Nofasari, Gadis Berprestasi Tak Bisa Melanjutkan Ke SMA Karena Terhalang Ekonomi

oleh -61 views
Nofasari

Kota Batu, Suara Indonesia-News.Com – Meski pemerintah gembar gemborkan program pendidikan gratis,dan program  pendidikan wajib belajar  12 tahun  yang diluncurkan oleh Pemkot Batu, ternyata tidak bisa dinikmati oleh Nofasari.

Gadis 15 tahun ini hanya bisa mengelus dada ketika melihat teman-teman sekolah ke jenjang yang lebih tinggi di SMA dan SMK. Ia hanya bisa menangis ketika teman-temannya sudah memakai seragam abu-abu, sementara harapan melanjutkan ke SMA, dan melanjutkan ke Perguruan tinggi. semuanya telah sirna, hanya tinggal impian belaka. Orangtuanya memaksa untuk tidak melanjutkan ke sekolah  karena terbentur biaya. orang-orang yang disekelilingnya  juga  tidak menggubris keberadaanya. padahal gadis ini selalu berprestasi  dan  mendapat ranking  di sekolahnya.

“jujur aku ingin sekolah lagi jika ada uang, tapi apa boleh buat  aku harus mematuhi orang tua,” kata Nofasari kepada temannya  Duflitama Astesa.

Gadis asal Bumiaji kota Batu ini, mengaku pada Duflitama kalau dirinya ingin melanjutkan sekolah negeri yang difavoritkan dan yang diharapkan, namun harapan itu hancur  karena sebuah fakror ekonomi.

Dihadapan Duflitama, mengaku dirinya sering menanggis ketika teringat kalau dirinya tidak dijinkan  untuk melanjutkan studinya, karena jika menanggis terang-terangan didepan orangtuanya nofasari akan dimarahi, ia hanya bisa mencurahkan isi hatinya  jika bersama teman-temanya  atau hanya bisa berdiam ketika ada dikamar tidurnya.

Sementara itu Duflitama, saat ditemui, Minggu (20/9)  mengungkapkan bahwa Nofasari adalah gadis yang pintar dan berprestasi, ia selalu mendapat raking di kelasnya.

“Anaknya pintar, baik, cepat beradaptasi dengan teman-temanya. tapi sayang ia tidak bisa melanjutkan studinya. ketika mengetahui teman-temannya sekolah, ia hanya bisa sambut sapa dan terseyum saja,”kata Duflitama.

Mestinya, kata Duflitama, pemkot Batu yang telah memberikan program pendidikan gratis, anak seperti itu harus segera diperhatikan, jangan sampai anak-anak  pergi ke sekolah  menuntut ilmu, sementara Nofa yang putus sekolah  harus membantu ekonomi keluarganya, anak yang mestinya belum waktunya bekerja dipekerjakan. (adi Wiyono).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *