Nelayan Sangihe Berharap Bantuan Pump Boat Harus Tepat Sasaran

oleh -50 views
Ilustrasi

Tahuna, Suara Indonesia-News.Com – Sejumlah nelayan di Sangihe berharap agar bantuan perahu nelayan berjenis pump boat yang pengerjaannya bakal rampung pada Desember akhir tahun ini, diminta supaya tidak mubasir atau salah sasaran.

Diketahui, melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sangihe, pemerintah kabupaten akan membuat sebanyak 11 unit pump boat dengan mata anggaran sebesar Rp 484 juta. Kepada media ini, salah satu fungsionaris HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Sangihe, Jacob Seba mengungkapkan, bantuan fasilitas alat tangkap nelayan harus dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab.

“Sudah bukan rahasia lagi, ketika ada bantuan di mana-mana, terutama fasilitas alat tangkap cenderung berbau KKN. Hal ini sering dilakukan oleh oknum-oknum yang hanya memikikirkan kepentingan sesaat, bukan kepentingan jangka panjang. Kami minta, bantuan ini diberikan benar-benar bagi nelayan yang membutuhkannya. Bukan kepada sanak saudara atau famili,” tandas Seba, Kamis kemarin.

Dia kemudian mengatakan, pihaknya siap mengawal dan akan memberikan pertimbangan kepada dinas terkait soal bantuan tersebut.

“Sebagai mitra kerja dari DKP kami siap mengawal dan memberi pertimbangan, sebab menjadi kewajiban lembaga ini untuk sama-sma mensejahterakan kehidupan masyarakat nelayan. Nelayan Sangihe harus sejahtera dan mandiri, sebab itulah yang diinginkan oleh bangsa dan negara ini,” ujar Seba melanjutkan pembicaraannya.

Salah satu nelayan lokal asal Kampung Enemawira, Kecamatan Tabukan Utara, Jerry Pangaha berharap, dirinya bersama dengan rekan-rekannya yang lain mendapat bantuan tersebut.

“Kami di tempat ini (Kampung Enemawira, red) juga mempunyai kelompok nelayan. Karena itu, harapan kami bantuan ini juga dapat kami terima,” tukas Pangaha yang mengaku telah menyiapkan proposal untuk diajukan ke DKP Sangihe.

Adapun, Kadis DKP Sangihe, Ir Felix Gaghaube MSi, ketika dikonfirmasi mengenai hal itu, kemarin mengatakan, bantuan pump boat akan diberikan secara selektif dan bertanggung jawab.

“Selektif artinya bantuan ini didasarkan pada proses seleksi yang benar-benar objektif. Bertanggung jawab artinya ketika bantuan ini diberikan benar-benar efektif dan dapat dipertanggungjawabkan pada masyarakat luas. Jadi, tidak benar kalau selama ini ada anggapan bahwa kami (DKP Sangihe, red) terkesan pilih kasih saat mengalokasikan bantuan itu. Di samping itu, untuk menghindari berbagai spekulasi yang seringĀ  bermunculan, kami telah membentuk tim seleksi,” terang Felix memberikan penjelasan. (Handry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *