Nelayan Lokal Diancam Kapal Tak Dikenal, Masyarakat Pulau Tello Minta Pihak Keamanan Bergerak

oleh -178 views
Nelayan tradisional yang merasa terancam malam tadi oleh kapal asing tak di kenal.

PULAU TELLO, Selasa (20/4/2021) suaraindonesia-news.com – Nelayan lokal di Pulau Tello Nias Selatan merasa terancam dengan adanya beberapa kapal asing atau kapal tak di kenal yang beroperasi di wilayah Kepulauan Batu.

Menurut salah seorang nelayan di Tello, Gitalia Manaraza bahwa saat mereka melaut semalam sekitar pukul 22 : OO Wib tanggal 19 April 2021 ada dua buah kapal asing memberikan ancaman kepada mereka.

“Kejadiannya semalam di pertengahan Pulau Sibolo dan Lulua tiba tiba saja ada 2 kapal asing yang memberikan ancaman kepada kami. Kapal tersebut mengelilingi perahu yang kami tunggangi sehingga kami tidak dapat pergi dari lokasi tersebut,” terangnya.

Lebih lanjut Gitalia Manaraza mengatakan pihaknya sempat melakukan komunikasi kepada awak kapal asing tersebut namun mereka tidak meresponnya.

“Karena kami merasa terancam, saya dan teman-teman di perahu melakukan komunikasi kepada awak kapal asing tersebut namun mereka tidak merespon dan kami pun waspada sehingga saya melakukan komunikasi kepada saudara saya di kampung untuk menginformasikan apa yang sedang terjadi kepada kami di laut saat ini, setelah pihak awak kapal asing tersebut melihat saya melakukan komunikasi dengan pihak keluarga di darat maka tiba tiba kapal mereka meninggalkan kami dan saat itulah kami mengambil kesempatan untuk pulang ke daratan,” terang nelayan tradisional itu.

Menurut Gitalia bahwa kejadian serupa juga pernah terjadi bahkan kejadian malam tadi adalah kejadian ke tiga.

“Kejadian malam ini sudah pernah terjadi sebelumnya, untuk itu saya minta kepada nelayan yang lain agar selalu waspada,” ucapnya.

Gitalia Manaraza juga berharap agar pihak keamanan melakukan pengawasan terhadap kapal asin dan menentukan lokasi di mana mereka bisa beroperasi.

“Pada dasarnya kami sebagai nelayan tradisional tidak melarang siapapun yang mencari nafkahnya di lautan Pulau Batu, namun kami juga berharap agar pihak keamanan dan penegak hukum melakukan pengawasan terhadap nelayan yang menggunakan kapal besar untuk menentukan lokasi di mana mereka bisa melakukan kegiatan nelayan sesuai aturan yang berlaku,” harap Gitalia Manaraza.

Hingga berita ini di tayangkan, kapal asing tersebut belum terlacak milik siapa.

Reporter : Topan
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *