Natal Oikumene, 7.777 Lilin dan Pohon Natal Setinggi 17 Meter, Ini Maknanya

oleh -42 views
Pelaksanaan Perayaan Natal Oikumene Pemerintah Daerah dan Masyarakat Kabupaten Mamasa, di Lapangan Sikamase Kota Mamasa, Sabtu (29/12/2018)

MAMASA, Minggu (30/12/2018) suaraindonesianews.com — Ribuan warga menjadi saksi sejarah pertama kali diselengarakannya Natal Oikumene dengan penyalaan 7.777 lilin dan hiasan pohon natal setinggi 17 meter di Lapangan Terbuka, Alun-alun Kota Mamasa, pada Sabtu malam 29 Desember 2018.

Natal Oikumene bukan hal asing bagi masyarakat Kabupaten Mamasa pada umumnya, sejak terbentuk menjadi sebuah otonomi daerah pada tahun 2002 lalu, warga gereja dan seluruh elemen masyarakat beserta pemerintah telah menjadikan Natal Oikumene sebagai salah satu kegiatan rutin yang dilakukan setiap peghujung tahun.

Dibandingkan tahun sebelumnya, penyelenggaraan Natal Oikumene tahun ini sangat jauh berbeda, jika sebelumnya dilaksanakan di dalam gedung tertutup, maka kali ini dilaksanakan di tempat terbuka, ribuan wargapun dari berbagai penjuru antusias menghadiri perayaan natal ini.

Bukan soal tempat pelaksanaan yang menjadi daya tarik bagi warga gereja ataupun warga masyarakat untuk ikut serta dalam perayaan natal ini, tetapi ada hal lebih menarik yang sayang jika dilewatkan, yakni penyalaan 7.777 lilin dan pohon natal setinggi 17 meter yang dihiasi kelap-kelip lampu.

Mungkin ini bukanlah rekor muri yang harus dicatat di dalam museum rekor muri, tetapi ide cemerlang yang asalnya dari Wakil Bupati Mamasa, Marthinus Tiranda, adalah sebuah langkah maju dalam menciptakan momentum perayaan natal di Mamasa.

7.777 lilin dan 17 meter pohon natal bukan sekedar jumlah banyaknya lilin yang dinyalakan atau tingginya pohon natal yang dihiasi lampu-lampu, namun lebih jauh dari itu, angka yang terdapat empat digit angka tujuh pada jumlah lilin yang dinyalakan dan pohon natal setinggi 17 meter ternyata mengandung arti yang cukup bermakna bagi pencetusnya.

Wakil Bupati Mamasa, Marthinus Tiranda mengatakan dibalik empat digit angka tujuh mengandung arti antara lain, angka tujuh yang pertama, yakni Wilayah Kabupaten Mamasa terdiri dari “Pitu Ulunna Salu” (tujuh hulu sungai.red), angka tujuh yang kedua yaitu dalam alkitab, proses penciptaan manusia dilakukan selama tujuh hari.

Angka tujuh yang ketiga adalah, dalam doa bapa kami yang diajarkan Yesus Kristus, ada tujuh permohonan yang diintegrasikan dengan paham nenek moyang masyarakat Mamasa pada masa lampau, dengan paham sanda pitunna (empat angka tujuh.red).

“Artinya bahwa untuk membangun Mamasa ini kita harus bersama, utuh dan sempurna, yang terintegrasi dalam wilayah administrasi pemerintahan Kabupaten Mamasa dengan tuju belas kecamatan,” kata Marthinus Tiranda.

Selain makna yang terkandung dalam empat digit angka tujuh pada jumlah lilin yang dinyalakan, dibalik pohon natal setinggi 17 meter, juga mengandung arti, bahwa wilayah administrasi pemerintahan Kabupaten Mamasa, terdapat 17 kecamatan.

Reporter : Bung Wahyu
Editor : Agira
Publisher : Imam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *