Musyawarah Daerah IX. DPD Golkar Blora Ricuh

oleh

Reporter: Lukman

Blora, Kamis 15/09/2016 (suaraindonesia-news.com) – Musyawarah Daerah IX. Dewan Pimpinan Daerah  Partai Golkar Kabupaten Blora Ricuh.

Penyebab ricuhnya  kondisi tersebut pasalnya menghadang kehadiran Dewan pimpinan Daerah Propinsi Jawa Tengah (I) Sebanyak 160 personel kader partai Golkar melakukan penghadangan didepan gerbang masuk Hotel Arra tepatnya di kelurahan Tambakromo Kecamatan Cepu Kabupaten Blora.

“Tempat lokasi Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Blora,” Kata koordinator pengurus Kecamatan( PK) mulbianto.

Hal itu dilakukan untuk mencegah masuknya pengurus dari DPD I Jawa Tengah (Jateng) ke lokasi Musda. Semua kendaraan mobil yang akan  masuk hotel arra langsung dihadang oleh masa untuk di periksa dari personal kader golkar Pengurus DPD II Blora yang tidak mendapat undangan, menolak dengan hasil Musda Golkar.

Setelah diamati jalannya aksi penghadangan tersebut oleh Suara Indonesia.news.com. ternyata semuanya pendukung dari salah satu kandidat yaitu Siswanto Spd. Karena  yang mengkoordinir semua massa kader yang tidak mendapatkan undangan Dari 3 PK. Yang memiliki hak suara. Dan memiliki Serat Kerja yang masih berlaku.

Mulbianto menambahkan bahwa pihaknya sempat masuk sebelumnya dengan rombongan.

“Tapi kami tidak diperbolehkan ikut musda dan dilarang masuk karena alasannya kami tidak mendapatkan undangan. Dan dalam musda tersebut sudah menyimpang banyak AD/ARIT partai Golkar yang dilanggar oleh pengurusan sekarang. Salah satunya, yang mempunyai hak suara adalah PK lama yang ber-SK tahun 2010. Akan Tapi kenyataan nya yang masuk dalam undangan,” imbuhnya.

Tapi ternyata ada beberapa kecamatan yang idi Muscam-kan.

Mulbianto menganggap, partai bergambar pohon beringin di Blora saat ini semakin menurun. Sehingga pihaknya ingin adanya perubahan di pengurud golkar tersebut.

“Dengan mencalonkan tokoh Muda Siswanto Spd dengan harapan adanys perubahan yang lebih baik untuk kedepannya,” sambungnya.

Setelah kedatangan DPDI kondisi sempat memanas. Hingga akhirnya dilakukan jalur penyelesaian internal pertemuan secara tertutup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *