Murthala Prihatin Anak Terlantar Makin Meningkat di Aceh, Perlu Penanganan Khusus Pemerintah

oleh -98 views
Murthalamudin, Tokoh Pendidikan.

ACEH UTARA, Senin (21/09/2020) suaraindonesia-news.com – Jumlah Anak-anak terlantar semakin meningkat di Aceh, jika tidak ada penanganan dini dari Pemerintah Aceh dikhawatirkan bisa menjadi bom waktu masalah sosial di Aceh kedepan.

Persoalan nya bukan saja pada masalah pendidikan, tapi yang lebih mendasar tentang persoalan status kependudukan, ketidakjelasan status kependudukan anak-anak ini tidak bisa mendapatkan bantuan sosial Pemerintah.

Hal itu diungkapkan tokoh Pendidikan Murthalamuddin disaat silaturahmi dengan sejumlah awak Media, disebuah Cafee perbatasan Aceh Timur – Aceh Utara. Minggu (20/09).

Menurutnya, bila melihat dinamika sosial di Aceh, salah satu persoalan adalah anak-anak terlantar, bila tidak ada penanganan cepat Pemerintah bukan anak-anak makin termarginalkan, bahkan dijadikan objek ekploitasi menjadi kurir dalam mengedar narkoba maupun menjadi pengemis.

“Banyak kasus penyebab terlantarnya anak-anak yang masih dalam tahap belajar tersebut, di antaranya karena perceraian orang tuanya, kemudian anak-anaknya dititip ketempat neneknya yang sudah lansia serta tidak mampu, sehingga terpaksa harus mengemis untuk membiayai cucunya, sementara orangtua anak-anak itu kawin lain,” kata Murthala.

Ada juga orang tuanya yang merantau tanpa membawa anaknya, ada pula anak-anak yang terlahir diluar negeri kemudian ayahnya meninggal, saat ekonomi terhimpit ibunya memutuskan untuk membawa pulang kekapung asalnya di Aceh Utara sehingga tidak legalitas anak-anak tersebut tidak ada, karena didokumen terdaftar sebagai WNA.

“Tidak hanya itu, ada juga kasus anak yang terlahir diluar pernikahan kemudian ditelantarkan orang tuanya tanpa ada yang peduli sehingga tidak mempunyai status indetitas yang jelas,” ungkapnya lagi.

“Termasuk banyak anak terlantar di Aceh karena Provinsi Aceh merupakan daerah bekas konflik dan bencana tsunami,” imbuhnya.

Dia berharap ada pihak-pihak mau bersama membantu tugas pemerintah untuk mendampingi anak-anak terlantar tersebut, tidak cuma anak yatim yang hanya diperhatikan saja, menurutnya anak-anak tersebut tidak kalah pentingkan untuk dibina dan dibimbing serta diperhatikan sehingga menjadi generasi yang gemilang nantinya.

“Anak-anak ini luput dari perhatian Pemerintah dan masyarakat, bahkan ada yang dikucilkan, nantinya dikhawatirkan menjadi bom waktu, yang meledak suatu saat nanti, bila ini tidak ada perhatian maka akan membuat generasi kedepannya menjadi suram atau loss generation,” jelas Murthala yang juga Kadis pendidikan yang masih aktif bertugas di Kabupaten Pidie itu.

“Bila tidak ada yang peduli dengan kondisi ini, takutnya generasi Aceh masa depan akan menjadi rusak, khususnya generasi penerus Aceh nantinya,” tutupnya.

Reporter : Masri
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *