MPR Apresiasi TNI-Polri yang Berhasil Selamatkan Papua dari Cengkraman KKB

Hidayat Nur Wahid Wakil Ketua MPR RI

KOTA BATU, Jumat (17/11/2017) suaraindonesia-news.com – Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) memuji Satuan Tugas (Satgas) Gabungan Polri-TNI yang telah berhasil membebasan ratusan penduduk yang disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Ayub Waker, Kampung Kimbeli dan Banti, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua.

Demikian diungkapkan Hidayat Nur Wahid Wakil Ketua MPR RI pada acara sosialisasi empat pilar dengan metode pendidikan kebangsaan/bela negara yang berlangsung, di The Singhasari resort Kota Batu, Jawa Timur, Jumat (17/11/2017).

“Kami sangat memuji dan mengapresiasi atas keberhasilan TNI dan Polri yang telah membebaskan ratusan penduduk yang disandera oleh kelompok criminal bersenjata (KKB) atau gerakan separatis bersenjata,” Kata Hidayat Nur Wahid yang juga Politikus PKS ini.

Dihadapan 100 peserta resimen mahasiswa dari 22 Perguruan tinggi Se Jawa Timur ini, Nur Wahid menyebut gerakan sparatis yang akan merongrong persatuan dan kesatuan , kebhineka tuggalan harus dibersihkan dari bumi Indonesia, dan Indonesia harus tetap berkelanjutan baik NKRI nya maupun Pacasilanya.

“Mahasiswa dan para pemuda dihadirkan adalah untuk melanjutkan akan cinta kepada bangsa dan Negara, Tantangan apa itu namanya radikalisme, komunisme, liberalisme sparatisme melalui jalur anak-anak muda akan bisa dikoreksi ketika anak-anak muda itu memiliki semangat yang kuat dalam membela Negara,” jelasnya.

Dia berharap dengan dilakukan sosialisasi empat pilar ini, mahasiswa dan anak-anak muda Indonesia bisa memahami pemahaman yang benar dalam hal membela Negara, dengan sosialisasi itu kata dia, akan menjadi bagian dari kontribusi MPR untuk bisa menyelmatkan dari paham radikalisme, sparatisme, terorisme dan komunisme.

“Secara fisik, Mahasiswa dan para pemuda memiliki peran besar dalam membela negara, baik ditinjau dalam UUD 1945 maupun Undang-undang. Dalam mengisi kehidupan berbangsa dan bernegara harus memiliki pemahaman yang benar dan tidak menimbulkan masalah,” ungkapnya. (Adi Wiyono/Jie).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here