MOR V Himbau Masyarakat Untuk Beli BBM Di SPBU Resmi, Karena Aman

oleh -274 views
Foto : Belasas kendaraan R-2, R-3, R-4, dan puluhan jerigen diamankan polisi dari SPBU Umbulan.

LUMAJANG, Jumat (17/1/2020) suaraindonesia-news.com – Terkait pedagang Bahan Bakar Minyak (BBM) eceran, pihak Pertamina MOR V menegaskan, bahwa pedagang bahan bakar mini atau yang memakai nama Pertamini, yang menjual BBM eceran bukanlah lembaga penyalur atau mitra resmi dari Pertamina.

Hal ini disampaikan Unit Manager Communication & CSR MOR V, Rustam Aji kepada media ini, bahwa
Sesuai dengan Undang-Undang Migas Nomor 22 tahun 2001, yang menyebutkan, diantaranya badan usaha dapat melaksanakan kegiatan usaha hilir setelah mendapatkan izin usaha dari pemerintah.

“Izin usahanya antara lain, izin usaha pengolahan, izin usaha pengangkutan, izin usaha penyimpanan, dan izin usaha niaga,” kata Rustam.

Untuk penjualan bensin eceran tersebut, menurut Rustam, selain aspek kualitas dan kuantitas yang tidak dapat diawasi oleh Pertamina, juga tidak ada pengawasan terkait kemampuan personil dan fasilitas terkait aspek safety (keselamatan).

“Beda dengan di SPBU resmi Pertamina. Selain ada standard desain dan perlengkapan terkait aspek safety, juga ada pelatihan untuk operator apabila terjadi insiden,” paparnya lagi.

Selain itu, ditegaskan pula oleh Rustam, bahwa SPBU juga dilakukan Quality Control setiap ada penerimaan suplai melalui mobil tanki ke SPBU. Dispenser yg dioperasikan pun, harus ditera oleh Dinas Metrologi, untuk menjamin ketepatan ukurannya.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar membeli produk bahan bakar pada jalur distribusi yang resmi dari Pertamina dan telah mendapatkan izin dari pemerintah,” himbaunya.

Pada pemberitaan sebelumnya, karena dirasa sangat meresahkan masyarakat yang hendak mengisi BBM jenis premium, belasan kendaran bermotor milik pedagang bensin yang antri mengisi BBM jenis premium di SPBU Umbulan jalan Sukarno Hatta Kota Probolinggo Jawa Timur diamankan Satuan Shabara Polres Probolinggo Kota, kemarin siang.

Ini sebuah gerakan pengamanan pedagang BBM jenis premium di SPBU Umbulan ini sesuai dengan laporan masyarakat dan pengaduan masyarakat (Dumas) kepada Pimpinan Polres Probolinggo Kota. Yang kemudian kita tindak lanjuti sesuai tupoksi Shabara, yaitu tindakan prefentif dan kendaraan para pedagang bensin kita amankan di Mako Mapolres.

Laporan masyarakat itu ada yang tertulis, bahwa pedagang bensin yang antri membeli premium di SPBU Umbulan banyak sekali, hingga terjadi antrean yang mengular, sehingga meresahkan masyarakat.

Menurut pihak kepolisian, ini hanya melakukan tindakan preventif untuk mengamankan saja. Nanti kalau ada unsur yang melanggar pasal pidana, Reskrim yang menindak lanjuti.

Untuk kendaraan bermotor yang tidak sesuai spek, jajaran lalu lintas yang menangani. Sementara semua kendaraan dan barang-barang diamankan, setelah didata nanti akan dikembalikan kepada pemiliknya.

Kendaraan yang diamankan diantaranya ada R-4 ada 3 unit, R-2 ada 11 unit, R-3 ada 1 unit, kendaraan odong-odong 1 unit, jerigen isi ada 30, dan jerigen kosong ada 50.

Sedangkan Kasat Reskrim Polres Probolinggo, Kota AKP Nanang Fendi mengatakan, sementara pihaknya melakukan pemeriksaan terkait pasal apa yang diterapkan dalam perkara ini.

“Lebih lanjut kita akan lakukan pemeriksaan lebih dulu. Kalau untuk melakukan penutupan kepada SPBU tersebut belum. Kita nanti masih perlu klarifikasi lanjut kepada pemilik SPBU tersebut,” ujar Nanang.

Reporter : Fuad
Editor : Amin
Publiser : Oca

Tinggalkan Balasan