Mobil Siluman di SPBU Diduga Mewarnai Maraknya Penimbunan BBM

Reporter: Erlangga

Bitung, Kamis (24/11/2016) suaraindonesia-news.com – Seringkali terlihat adanya antrian panjang kendaraan untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar dan premium di setiap SPBU dikota Bitung. Namun disinyalir/ diduga adanya mobil siluman beroprasi melakukan pengisian minyak berulang-ulang di salah satu spbu yang ada dikota bitung.

Maraknya operandi pengisian bahan bakar jenis premium yang dilakukan oleh beberapa oknum sopir sangat mengganggu aktifitas pengguna transportasi, mengingat mereka harus antri manakala oknum sopir nakal melakukan pengisian tangki serta bebrapa jerigen bahkan bisa mencapai puluhan dengan ukuran 30 ltr/jerigen.

Kuat dugaan hasil pengisian tersebut selanjutnya di jual kembali dengan harga per ltr mencapai Rp 8500 hingga Rp 9000. Rupanya modus pengisian menggunakan jerigen ini sudah berlangsung cukup lama mengingat cara pengisian jerigen-jerigen yang tersusun rapi diatas mobil, bahkan ada juga dengan sengaja menyembunyikanya kedalam mobil agar tidak terlihat. Bahkan yang lebih mengherankan lagi, tangki kendaraan telah termodifikasi agar bisa mengisi minyak dengan jumlah yang cukup banyak.

“Kami merasa telah dirugikan oleh beberapa oknum pelaku yang sering kali melakukan pengisian bahan bakar di jerigen yang lumayan banyak,” Ujar beberapa sopir yang enggan namanya disebutkan.

Menurut para sopir yang antri di SPBU mengatakan, bebasnya mafia kelas teri tersebut terus berlanjut dengan melakukan pengisian berkali-kali meskipun pihak kepolisian sering kali melakukan razia bahkan beberapa kali petugas kepolisian melakukan tindakan tegas bagi mereka yang terbukti malakukan penimbunan melaluli pengisian di spbu. Namun rupanya tidak berakibat efek jera bagi mereka

Dari pantauan Suaraindonesia-news.com, ditemukan adanya mobil dengan seenaknya melakukan pengisian BBM kedalam jerigen yang dilakukan sendiri tanpa dibantu petugas pelayan spbu. Untuk selanjutnya dijual per botol dengan harga non subsidi. Adapun modus penimbunan yang dilakukan adalah dengan cara melakukan pengisian ditempat SPBU di kota bitung setiap hari dengan rata-rata perharinya bisa mencampai seribu liter sebab diduga tangki mobil tersebut telah dimodifikasi hingga dalam sekali pengisian bisa mencapai 300 liter belum lagi pengisian kedalam jerigen.

Diharapkan dengan adanya hasil temuan ini pihak petugas kepolisian bisa menindak tegas pelaku dibalik mobil siluman tersebut agar pengguna transportasi lainya tidak menjadi korban akibat sering habisnya bahan bakar minyak jenis premium ketika mereka akan melakukan pengisian.

“Kami sering melakukan pengisian dieceran dengan harga cukup mahal karena di SPBU sudah habis stok bahan bakar jenis premium,” keluhnya.

Menurutnya, hendaknya mereka merenungkan syair lagu yang dinyanyikan oleh iwan fals dalam judul Galang Rambu Anarki. Tangisan pertamamu ditandai dari kelangkaan bahan bakar minyak jenis premium di SPBU, hingga kami harus membeli premium di penjual eceran yang harganya cukup tinggi.

“Seharusnya selisih harga premium di SPBU dengan harga di penjual eceran dapat kami belikan susu akhirnya tak terbeli,” jelasnya.

Ini sama artinya orang pintar tarik subsidi.

“Anak kami kurang gizi. Ya Iwan Fals benar, akibat ulah mereka maka susupun sampai tak terbeli,” keluhnya dengan raut wajah kecewa.

Ia berharap pihak kepolisian menagkap pelaku dibalik mobil siluman tersebut dan bila perlu hukum seberat beratnya karena telah mencuri subsidi milik kami serta cukup meresahkan pengguna transportasi dikota bitung yang kita cintai.

Ketua DPW LP-Tipikor RI Sulut Amir Pontoh berjanji akan mengusut tuntas pelaku dibalik mobil siluman tersebut bilamana perlu sampai keranah hukum.

“Saya sudah mengantongi data nopol serta nama pemilik kendaraan mobil tersebut. Untuk saat ini kami masih rahasiakan dulu sampai data kami benar-benar akurat, sebab   saya sendiri yang akan membawah bukti ini kepihak yang berwajib, utamanya pihak kajati tentunya,” tuturnya.

“Karena saya ingin masalah ini diproses sesuai hukum yang berlaku. Bila perlu pelaku harus dijerat dengan pasal 53 huruf C, undang-undang RI Nomor 22 tahun 2001 tentang migas, jo pasal 55 KUHP atau pasal 55 UU nomor 22 tahun 2001 dengan ancaman hukuman enam (6) tahun penjara apabila nantinya sudah jelas terbukti, agar supaya bahan bakar minyak (BBM) di kota bitung ini aman dari penjarahan yang dilakukan oleh para mafia minyak hingga terkondusifnya stok yang ada di setiap spbu tentunya,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here