Misinformasi Tempat Skrining Korona, Warga Kemuning Lor Jember Berunjuk Rasa

oleh -93 views
Camat Arjasa, Herwan Agus Darmanto (baju biri) didampingi jajaran Muspika saat memberikan penjelasan kepada massa di Kantor Desa Kemuning Lor (Foto: Istimewa).

JEMBER, Minggu (29/3/2020) suaraindonesia-news.com – “Tolak, tolak, tolak karantina korona !”, begitulah kalimat yang dilontarkan puluhan massa saat meluruk Kantor Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, Sabtu malam 28 Maret 2020.

Massa menolak Hotel Rembangan milik pemerintah daerah setempat yang lokasinya berada di desa tersebut dijadikan tempat karantina bagi ODR (Orang sehat Dalam Resiko) dan ODP (Orang sakit Dalam Pemantauan) virus korona atau Covid-19.

Camat Arjasa, Herwan Agus Darmanto dengan tegas menerangkan kepada massa yang berunjuk rasa tersebut bahwa informasi tersebut tidak benar.

“Tenang, tenang, anda semua tolong tenang semua. Tidak benar bahwa Hotel Rembangan itu dijadikan tempat karantina bagi ODR dan ODP korona,” tegas Herwan didampingi Kapolsek dan Danramil setempat.

Lebih lanjut Herwan menjelaskan, yang benar adalah Hotel Rembangan akan dijadikan tempat skrining awal bagi orang yang datang dari luar kota.

“Masyarakat yang bekerja di kota-kota dengan status zona merah virus korona, misal dari Jakarta, Surabaya, Malang, itu kalau pulang ke sini (Jember) harus dilakukan skrining dulu untuk memastikan orang tersebut aman dari virus korona, nah tempat skriningnya di Hotel Rembangan,” tambah dia.

Setelah dinyatakan aman dari virus korona, maka orang yang datang dari luar kota tersebut diperbolehkan kembali ke rumahnya masing-masing.

Selain itu, Dia juga menerangkan kepada warga bahwa kondisi Jember sudah zona merah virus korona, oleh karena itu pemerintah setempat tidak ingin ada lagi warga yang positif terjangkit virus korona.

“Saya meminta warga untuk mengikuti serta mematuhi peraturan yang telah pemerintah agar kita semua selamat, dan wabah korona ini secepatnya tiada,” ujar dia.

Setelah diberikan penjelasan, akhirnya massa membubarkan diri dengan damai dan pulang ke rumahnya masing-masing.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *