PendidikanRegional

Miris! Satu Keluarga di Kabupaten Deli Serdang Idap Gizi Buruk, Pemerintah Kemana?

Avatar of admin
×

Miris! Satu Keluarga di Kabupaten Deli Serdang Idap Gizi Buruk, Pemerintah Kemana?

Sebarkan artikel ini
IMG 20221011 201649
Foto: Kasus gizi buruk satu keluarga di Dusun XII, Gang Beo, Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. (Yayasan Peduli Pemulung Sejahtera/M. Habil Syah/SI)

DELI SERDANG, Selasa (11/10/2022) suaraindoensia-news.com – Kasus gizi buruk ternyata belum tuntas permasalahannya di Indonesia, hal ini terbukti saat salah satu keluarga yang mengidap penyakit kurang gizi buruk masih menjadi problem.

Ironisnya, disaat pemerintah sedang menggaung-gaungkan Gerakan Masyarakat Sehat, ternyata masih ada didapati satu keluarga di Deli Serdang yang mengidap gizi buruk tersebut.

Kasus gizi buruk ini diduga akibat dihimpit ekonomi yang menimpa keluarga pasangan Parhehean Parapat dan Marianna Boru Hutagaol beserta tiga orang anak mereka di Dusun XII, Gang Beo, Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Melihat hal tersebut Ketua Yayasan Peduli Pemulung Sejahtera, Uba Pasaribu di Medan, langsung mengunjungi kontrakan yang dihuni keluarga miskin tersebut.

Dimana, kondisi keluarga Parhehean Parapat sedang berbaring dengan tubuh lemah yang kemungkinan besar disebabkan minimnya asupan nutrisi ke dalam tubuhnya.

Menurut Uba Pasaribu Parhehean Parapat, selaku kepala keluarga, selama beberapa bulan terakhir nyaris tidak bisa beraktivitas secara normal karena kemungkinan besar dirinya mengidap gejala penyakit Tuberculosis (TBC).

Uba Pasaribu berharap, penderitaan yang dialami Parhehean Parapat beserta istri dan anak-anaknya selama enam bulan lebih bisa teratasi. Mengingat, selama ini mungkin luput dari perhatian pemerintah.

“Kami berharap pemerintah peduli dengan keadaan keluarga Parhehean Parapat karena dampak dari himpitan ekonomi berkepanjangan yang dialami Parhehean sekeluarga memang cukup memilukan. Kami Yayasan Peduli Pemulung Sejahtera juga ingin mengetuk hati para dermawan agar turut serta memberikan donasi,” ujar Uba Pasaribu, Selasa (11/10).

Sebelumnya, Uba Pasaribu menuturkan, Parhehean beserta seluruh anggota keluarganya juga mengalami kendala untuk berobat, karena BPJS kesehatan mereka sudah tidak aktif lagi. Hal tersebut disebabkan karena keterlambatan pembayaran iuran.

“Mereka belum dibayar karena sudah tidak mampu lagi,” ucapnya.

Menyikapi hal itu, Uba bersama Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) baru-baru ini berinisiatif membawa satu keluarga tersebut ke Rumah Sakit Haji Medan.

Sayangnya, ruang rawat inap di Rumah Sakit Haji Medan saat itu sedang penuh sehingga dirujuk ke Rumah Sakit Pancur Batu, Deli Serdang.

“Namu sayangnya upaya bantuan perawatan medik di RS Pancur Batu tidak dapat diberikan karena peralatan di rumah sakit tersebut kurang memadai, sehingga oleh dokter disarankan agar Parhehean beserta istri dan seorang anaknya dibawa ke RSUP Adam Malik Medan,” ujar Uba.

Akhirnya Uba Pasaribu dan TKSK membawa Parhehean Parapat ke Rumah Sakit Adam Malik sesuai saran dari dokter.

Diketahui, hingga kini ketiga pasien tersebut masih menjalani perawatan di RSUP Adam Malik Meda.

Reporter : M. Habil Syah
Editor : M Hendra E
Publisher : Nurul Anam