Miris, Delapan Tersangka Pelaku Pemerkosaan Janda Muda di Bangkalan Dua Diantaranya Masih Dibawa Umur

oleh -116 views
Berbaris mengenakan seragam warna orange tersangka pelaku pemerkosaan janda muda beranak satu asal Kecamatan Kokop. (Foto:Anam/SI)

BANGKALAN, Kamis (09/07/2020) suaraindonesia-news.com – Delapan tersangka pelaku pemerkosaan janda muda beranak satu SR, 21 (Tahun) asal Desa Bandang Laok, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, berhasil diringkus pihak Kepolisian Polres Bangkalan, dua diantaranya (Pelaku Pemerkosaan Janda Muda, red) masih dibawah umur.

Bermula waktu kejadian pada hari Jumat tanggal 26 Juni 2020 sekira Jam 01.00 Wib ditengah hutan atas bukit yang berlokasi dialamat Dusun Longkak, Desa Bandang Laok, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, korban pemerkosaan inisial SR, 21 th, Wiraswasta, Kecamatan Kokop Kabupaten Bangkalan oleh delapan tersangka.

Pada saat gelar rilis resmi Polres Bangkalan diterangkan perihal kronologi kejadian pemerkosaan pada janda muda beranak satu yang dilakukan oleh para tersangka secara bergantian.

Saat itu pada hari Kamis tanggal 25 Juni 2020 sekira jam 21.00 WIB, Pelapor/Korban dijemput 2 (dua) temannya yang bernama RZ dan RDS dirumahnya Desa Bandang Laok, Kecamatan Kokop, selanjutnya korban dan saksi RZ, RDS berangkat, dalam perjalanan saksi RDS turun dirumah temannya selanjutnya korban dan saksi RZ menuju Indomart yang berlokasi disimpang 3 Desa Banyusangka, selesai dari Indomart selanjutnya korban dan saksi berhenti diwarung bakso sebelah Polsek tanjung bumi dan mengobrol hingga jam 01.00 Wib,

Selesai makan bakso korban dan saksi RZ, RDS hendak pulang menuju Desa Bandang Laok, Kecamatan Kokop, namun ditengah perjalanan tepatnya di Desa Bungkeng, Kecamatan Tanjung bumi korban dan saksi RZ, RDS dihadang oleh 7 orang yang tidak dikenal, selanjutnya dari 7 orang tersebut ada yang mengeluarkan sebilah senjata tajam yang digunakan untuk mengancam saksi RZ agar menyerahkan pelapor, karena saksi RZ takut sehingga pergi dan meninggalkan korban.

Selanjutnya, korban dibawa oleh 7 orang tersebut keatas bukit Desa Bandang laok Kecamatan Kokop dan kemudian diperkosa secara bergantian. Pada hari Rabu tanggal 01 Juli 2020 korban SR meninggal dunia karena bunuh diri.

“Pada hari Kamis tanggal 25 Juni 2020 sekira jam 21.00 WIB, Pelapor/Korban dijemput 2 (dua) temannya yang bernama RZ dan RDS dirumahnya Ds. Bandang Laok Kecamatan Kokop Kabupaten Bangkalan, selanjutnya korban dan saksi RZ, RDS berangkat dalam perjalanan saksi RDS turun dirumah temannya selanjutnya korban dan saksi RZ menuju Indomart yang berlokasi di simpang 3 Desa Banyusangka Kecamatan Tanjung Bumi,” ungkap Rama Samtama Putra SIK MSI MH dihadapan awak media.

Adapun para tersangka yakni MF als F, 21 th, pelajar/mahasiswa, asal Mandelan Desa Bungkeng Kecamatan Tanjung, AR, 22 th, Swasta, Dusun Mandelan Desa Bungkeng Kecamatan Tanjung Bumi, J als C, 14 tahun 11 bulan, tidak bekerja, Kecamatan Tanjung Bumi, MZ, 20 th, belum/tidak bekerja, Dusun Mandelan Desa Bungkeng Kecamatan Tanjung Bumi, FR als S, 19 th, tidak bekerja, Dusun Dangbigih Desa Mandung Kecamatan Kokop, MR als A, 21 th, tidak bekerja, Dusun Toroi Desa Tlokoh Kecamatan Kokop, SA al MS, 25 th, tidak bekerja, Dusun Palongan Desa Mandung Kecamatan Kokop, AR als R, 17 th, pelajar, Kecamatan Tanjung Bumi.

Dari hasil penggalian keterangan pihak Polres Bangkalan pada saksi dan para tersangka didapat pengakuan bahwa MF als F berperan ikut pada saat penghadangan dan ikut membawa korban keatas bukit, orang ke 3 (tiga) yang menyetubuhi korban.

AR berperan ikut pada saat penghadangan dan ikut membawa korban keatas bukit, memegang kaki kiri korban pada saat disetubuhi FR als S, orang ke 4 (empat) yang menyetubuhi korban.

J alias C berperan ikut pada saat penghadangan dan ikut membawa korban keatas bukit, orang ke 6 (enam) yang menyetubuhi korban.

Sementara MZ berperan ikut pada saat penghadangan dan ikut membawa korban keatas bukit, MZ hanya melihat pada saat korban disetubuhi secara bergantian.

FR alias S berperan ikut pada saat penghadangan dan ikut membawa korban keatas bukit, memegang kedua tangan korban pada saat disetubuhi MF als F, orang ke 2 (dua) yang menyetubuhi korban.

MR alias A berperan ikut pada saat penghadangan dan ikut membawa korban keatas bukit, memegang kaki kanan korban pada saat disetubuhi FR als S, orang ke 1 (satu) yang menyetubuhi korban.

SA alias MS berperan ikut pada saat penghadangan dan ikut membawa korban keatas bukit, orang ke 5 (lima) yang menyetubuhi korban.

AR alias R berperan ikut pada saat penghadangan dan ikut membawa korban keatas bukit, memegang tangan kanan dan memegang payudara korban tersebut pada saat disetubuhi J alias C, memegang tangan kiri korban pada saat disetubuhi FR alias S. SA al MS tidak mengakui meyetubuhi korban namun MF als F, AR, J alias C, MZ, FR alias S, MR als A melihat SA als MS ikut menyetubuhi korban pada saat kejadian

Sedangkan kronologi penangkapan pada delapan tersangka sebagaimana berikut, pada hari Senin Tanggal 06 Juli 2020 sekira 20.30 wib telah diserahkan 4 (empat) orang pelaku antara lain MF alias F , AR, J alias C, MZ ke Mapolres Bangkalan dengan di dampingi oleh tokoh masyarakat dan kepala desa.

Selanjutnya pada hari Selasa tanggal 07 Juli 2020 sekira pukul 19.00 wib telah menyerahkan diri SA als MS di Polres Bangkalan.

Kemudian pada hari Rabu tanggal 08 Juli 2020 sekira pukul 09.00 wib telah mengamankan 2 (dua) orang pelaku antara lain SA alias MS dan MR als A di Bandara Juanda Surabaya dan di Surabaya.

Dan pada hari Rabu tanggal 08 Juli 2020 sekira pukul 09.00 wib telah mengamankan AR alias R di Kecamatan Tanjung Bumi dengan Barang Bukti 1 (satu) potong sarung kombinasi warna kuning, hitam dan orange, 1 (satu) potong BH warna merah muda, 1 (satu) buah sandal warna hitam, 1 (satu) buah kardus wardah BEAUTY BALM CREAM dalam kondisi rusak, 1 (satu) buah wardah BB everyday BEAUTY BALM CREAM, 1 (satu) buah kardus wardah LIGHTENING powder foundation, 1 (satu) buah wardah LIGHTENING powder foundation, 1 (satu) buah tas kresek kecil bertuliskan Indomaret.

Reporter : Anam
Editor : Amin
publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *