Minta Pelaku Segera di Ungkap, Tiga Korban Pengeroyokan Didampingi Kuasa Hukumnya Datangi Polres Sumenep

Reporter: Jar

Sumenep, Jum’at (27/1/2017) suaraindonesia-news.com – Tiga korban pengeroyokan dan pembacokan di depan Masjid Jamik atau di utara polsek kota Sumenep di dampingi kuasa hukumnya Ach. Supyadi, SH dan Mohammad Nurul Hidayat, SH. Mendatangi Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur, Jum’at (27/01/2017).

Kedatangan mereka ke Polres Sumenep untuk meminta pihak penegak hukum agar segera menuntaskan dan mengungkap para pelaku pengeroyokan dan pembacokan yang sampai sekarang belum di ungkap oleh  Polsek Kota Sumenep.

“Kami meminta Polres Sumenep agar segera menuntaskan dan mengungkap para pelaku pengeroyokan dan pembacokan yang menimpa klien kami di depan Masjid Jamik beberapa waktu lalu,  karna pihak Polsek kota  belum mengungkap nama nama pelaku tersebut,” kata Ach. Supyadi, kepada awak Media, Jum’at (27/01/2017).

Supyadi juga kecewa terhadap Kapolsek kota Sumenep karena menurutnya terkesan tidak kopratif dan emosional ketika di tanyak perkembangan kasus tersebut.

“Kami kecewa dengan sikap Kapolsek Kota yang tidak kooperatif dan emosional ketika kami menanyakan perkembangan kasus yang menimpa klien kami,” terangnya.

Menurutnya, pihaknya selaku kuasa hukum korban mempunyai hak untuk mengetahui setiap detil perkembangan kasus yang dialami kliennya tersebut.

“Saya punyak hak selaku kuasa hukum menayakan perkembangan kasus tersebut karna sudah lima hari kepolisian belum mengamankan tersangka. Padahal nama-nama pelaku, bukti visum, dan barang bukti sudah dikantongi polisi,” ungkanya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta aparat kepolisian bersikap profesional dan independen. Sehingga penyelidikan dan penanganan kasus tidak keluar dari asas keadilan.

“Saya meminta penyidik profesional dan independen. Jangan mengeluarkan kata-kata yang bisa mengintimidasi korban,” pungkasnya.

Sementara, Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Hasanudin, mengatakan,  Akan menindak lanjuti dan menuntaskan kasus tersebut sesuai proses hukum.

“Kami akan menindak lanjuti laporan para korban tersebut sesuai dengan proses hukum dan kami juga tidak akan main main dan tebang pilih dengan kasus ini, soalnya ini udah masuk atensi Kapolres Sumenep untuk menggungkap para pelaku,” terang Hasanuddin.

Ketika di tanya terkait sikap kapolsek kota yang emosional kepada kuasa Hukum korban, Hasanudin menyampaikan sikap emosional yang ditunjukkan oleh anggota kepolisian kepada masyarakat itu tidak benar, apalagi kepada korban dan penasehat hukum.

“Aparat kepolisian harus bersikap baik dan santun kepada semua masyarakat dan itu akan jadi pertimbangan pada anggota yang sering emosional. Jadi penilaian tertentu itu. Bukan jamannya lagi kita marah-marah. Kita ini benar-benar melayani masyarakat, tidak usah marah-marah,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Tiga warga Sumenep, Madura, Jawa Tiamur menjadi korban pengeroyokan di sebelah utara Kantor Polsek Kota. Bahkan salah satu korban mengalami luka bacok. Ketiga korban tersebut, yakni Rizal (21) warga Dusun Patenongan, Desa Parsanga, Achmad Zaky Tamimi (21) warga Kelurahan Pajagalan, dan Lukman Efendi (30) warga Dusun Sarpaan, Desa Kacongan, Kecamatan Kota.

Selain itu, berdasarkan informasi yang dihimpun dilapangan, selain melepas salah seorang pelaku, mobil Suzuki Katana Nopol M 873 A yang diduga milik salah seorang pelaku juga dibiarkan bebas, padahal mobil tersebut merupakan cara untuk menangkap para pelaku pengeroyokan dan pembacokan, karena pada waktu kejadian para pelaku diduga sengaja sudah mempersiapkan senjata tajam dan benda pemukul lainnya di mobil miliknua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here