PendidikanRegional

Miliki Alat TCM, RSUD Gunungsitoli Nias Kini Bisa Lakukan Uji Swab Covid-19 Dalam Waktu 45 Menit

×

Miliki Alat TCM, RSUD Gunungsitoli Nias Kini Bisa Lakukan Uji Swab Covid-19 Dalam Waktu 45 Menit

Sebarkan artikel ini
IMG 20200618 202732
Direktur RSUD Gunungsitoli Kabupaten Nias, dr. Julianus Dawolo, M.Kes

NIAS, Kamis (18/6/2020) suaraindonesia-news.com – Rumah Sakit Umum Daerah Gunungsitoli Kabupaten Nias kini bisa melakukan pemeriksaan Swab Covid-19 dengan menggunakan alat Tes Cepat Molekuler (TCM).

Menurut Direktur RSUD Gunungsitoli Kabupaten Nias, dr. Julianus Dawolo, M.Kes alat ini dapat mengecek Covid-19 dengan waktu singkat.

“Satu orang pasien yang dilakukan pengecekan sweb dengan menggunakan alat TCM hanya membutuhkan waktu 45 Menit dan hasilnya langsung keluar,” ujar Direktur RSUD Gunungsitoli.

Pimpinan RSUD Gunungsitoli itu mengatakan pihaknya baru menerima satu unit alat TCM pada akhir bulan April kemarin dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

“Di Sumatera Utara sendiri hanya RSUP H Adam Malik dan RSUD Gunungsitoli Kabupaten Nias yang mendapat alat ini dari Kementerian Kesehatan,” ucapnya.

Jadi menurut dr. Julianus alat ini sudah di gunakan pada pemeriksaan pasien yang baru saja di umumkan kemarin oleh Pemerintah Kota Gunungsitoli yang positif Covid-19.

Dikutip dari Halodoc berikut 3 jenis pemeriksaan Covid-19 di Indonesia yaitu :

Tes Cepat Molekuler (TCM)

Sebelumnya tes ini digunakan untuk mendiagnosis penyakit tuberkulosis (TB) dengan berdasarkan pemeriksaan molekuler. Metode pemeriksaan COVID-19 ini menggunakan dahak dengan amplifikasi asam nukleat berbasis cartridge.

Virus SARS-CoV-2 diidentifikasi pada RNA-nya yang menggunakan cartridge khusus. Hasil tes ini terbilang cukup cepat, karena bisa diketahui hasilnya dalam waktu kurang lebih dua jam. Kamu bisa melakukan pemeriksaan TCM ini di 132 rumah sakit dan beberapa puskesmas yang ditunjuk.

Polymerase Chain Reaction (PCR)

Jenis pemeriksaan untuk mendeteksi COVID-19 ini akan menggunakan sampel lendir dari hidung atau tenggorokan. Dua lokasi ini dipilih karena menjadi tempat virus akan menggandakan dirinya. Namun, beberapa sampel seperti sampel cairan dari saluran pernapasan bawah; atau mengambil sampel tinja juga bisa jadi pilihan untuk tes ini. Virus yang aktif akan memiliki material genetika yang bisa berupa DNA maupun RNA.

Nah, pada virus corona, material genetik tersebut adalah RNA. Material ini yang diamplifikasi dengan RT-PCR sehingga bisa dideteksi. Berbeda dengan TCM, metode pemeriksaan ini membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan hasilnya karena melalui dua kali proses yaitu, ekstraksi dan amplifikasi.

Rapid Test

Berbeda dengan dua jenis pemeriksaan di atas, pemeriksaan rapid test menggunakan sampel darah untuk diuji. Darah digunakan untuk mendeteksi imunoglobulin, yakni antibodi yang terbentuk saat tubuh mengalami infeksi. Rapid test bisa dilakukan di mana saja dan waktu untuk melakukannya juga singkat, yakni hanya 15-20 menit untuk mendapatkan hasilnya.

Namun, tes ini memiliki kelemahan, karena bisa menghasilkan ‘false negative’ atau kondisi saat hasil tes tampak negatif meski sebenarnya positif. Biasanya, hal ini terjadi saat tes dilakukan kurang dari 7 hari setelah infeksi.

Reporter : Topan
Editor : Amin
Publisher : Ela

Respon (1)

Komentar ditutup.