Milad GAM ke 45 Berlangsung Aman dan Sukses, Jubir KPA Ucapkan Terima Kasih Kepada Semua Pihak

oleh -344 views
Foto : Muntasir Age, Juru bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Peureulak.

ACEH TIMUR, Minggu (05/12/2021) suaraindonesia-news.com – Pada peringatan Milad GAM ke 45 yang digelar empat titik di Kabupaten Aceh Timur. Sabtu (4/12) berlangsung tertib, aman dan sukses, Ketua KPA Wilayah Peureulak melalui juru bicara Muntasir sampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung sukses nya acara peringatan hari bersejarah bagi masyarakat Aceh.

Menurut Age sapaan akrab Muntasir yang paling penting bahwa masyarakat Aceh, khususnya Aceh Timur telah mampu menjaga situasi tetap kondusif sehingga acara di gelar di 4 titik di Aceh Timur berlangsung sukses tanpa ada kendala apapun.

Untuk itu kata dia, seluruh jajaran KPA /GAM Kabupaten Aceh Timur mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, baik panitia, masyarakat, anggota KPA/GAM, Pemerintah Daerah, Keuchik, Muspika, termasuk pihak keamanan TNI/Polri.

“Terima kasih kepada TNI dan Polri yang turut menjaga ketertiban dan keamanan acara Milad GAM sehingga acara berlangsung kondusif,” ucap Age.

Age menjelaskan, terkait adanya beberapa orang yang sempat mengibarkan Bendera Bintang Bulan (BBB) saat Milad berlangsung, menurutnya itu dilakukan secara spontanitas dan di luar dugaan panitia, sebab menurutnya, pihaknya sudah menyampaikan kepada jajaran, bahwa kegiatan Milad 45, hanya dirangkai dengan doa bersama, santunan anak yatim dan nasehat dalam bentuk tausiah yang disampaikan oleh para ulama.

“Masyarakat Aceh dan para mantan GAM, 4 Desember merupakan hari yang bersejarah, dimana pada hari tersebut untuk mengenang pahit getir, suka duka pada masa konflik, untuk memperjuangkan keadilan dan martabat Aceh, begitu juga pada Milad untuk mengenang jasa para syuhada,” terangnya.

Menurutnya, sejarah telah mencatat apa yang dicapai hari ini pasca perjanjian damai antara GAM -RI tahun 2015 tak terlepas dari hasil perjuangan serta pengorbanan yang sangat besar selama 30 tahun.

“Meskipun tidak dipungkiri masih banyak kekurangan dan kelemahan-kelemahan yang harus dibenahi dan belum tercapai,” tuurnya.

Melalui Milad adalah sebuah momentum untuk evaluasi dan serta mengenang sejarah masa lalu. Serta memperkuat komitmen serta kesadaran untuk merawat perdamaian Aceh serta mengawal pembangunan, supaya Aceh lebih sejahtera dan bermartabat.

“Selanjut nya kita terus mendesak dan mendorong para pemangku kepentingan untuk segera menyelesaikan masalah Bendera Bintang Bulan, agar tidak menjadi polemik setiap tahun, terutama saat Milad,” jelasnya.

“Mengemban status legalitas BBB, menjadi salah satu faktor polemik yang belum ada titik temu, terutama komitmen dalam implementasikan turunan UUPA, sebab persoalan bendera lokal dan simbol daerah bagian dari konsensus perjanjian MoU Helsinki,” tutup Age.

Reporter : Masri
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan