Mhd Darwis Batubara : Dalam Penangan Pandemi Covid-19, Pemerintah Harus Punya Inovasi Baru

oleh -85 views
Mhd Darwis Batubara, M.Pd saat memberikan tanggapannya tetkait masih mewabahnya Covid-19 di Indonesia, usai sholat Jumat (25/09/2020) di ruangan Fraksi PKS DPRD Kabupaten Deli Serdang. (Foto : M. Habil Syah/SI).

DELI SERDANG, Jumat (25/09/2020) suaraindonesia-news.com – Memasuki tahun 2020, dunia diguncang oleh wabah virus corona yang menyebar dengan sangat cepat ke seluruh dunia. Hal ini mendorong pemerintah Indonesia untuk melakukan upaya dan mengambil kebijakan penanganan covid-19 ini.

Covid-19 tipe baru menjadi pandemi yang menyebar dengan cepat ke berbagai negara salah satunya negara Indonesia.

Di Propinsi Sumatera Utara Kabupaten Deli Serdang, Mhd Darwis Batubara, M.Pd anggota DPRD Deli Serdang ketika ditemui usai Sholat Jumat (25/09) di ruangan Fraksi PKS mengatakan terkait Pandemi Covid-19, ia berharap adanya kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dalam menekan angka penularan Covid-19, bahwa yang paling terpenting dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19 adalah kedisiplinan melaksanakan protokol kesehatan.

“Saya secara pribadi apresiasi sebesar-besarnya kinerja pemerintah, sesungguhnya apa yang dilakukan pemerintah sudah maksimalkan, Tujuh bulan telah kita hadapi Covid-19, ini adalah hal sesuatu yang baru bagi kita, jadi itu yang harus di strategikan lagi, karena itu protokol kesehatan itu tetap harus dilakukan, jadi masyarakat harus tetap bersabar dan optimis bahwa pandemi ini segera berakhir, disamping itu kita sambil meminta dari pemerintah untu mengeluarkan anggaran sebesar-besarnya untuk penelitian, karena ini yang belum ada,” terangnya.

Masih menurut pria yang akrab disapa Ustad Darwis ini, Indonesia mempunyai beberapa lembaga penelitian yang cukup baik hasil penelitiannya, seperti Lembaga Eijkman yang berada di Bandung, kemudian ada LIPI yang berada di Bogor, dirinya berharap pemerintah mau memberi bantuan berupa dana untuk memaksimalkan hasil temuan vaksin dari lembaga-lembaga yang ada di Indonesi.

“Kita lemahnya disini, saya berharap, kita jangan sampai menunggu yang menemukan vaksin itu orang lain, kalau memang pemerintah Indonesia bisa mengejar menemukan itu duluan, lebih baik kita kejar aja duluan seperti pepatah arab yang pernah kita dengar Man Jadda WaJada” yang artinya “Barangsiapa bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil, kita harus bersungguh-sungguh itu yang harus kita terapkan, sepertihalnya Amerika kenapa mereka bisa berhasil mengejar kemajuan, karena mereka bersungguh-sungguh mengejar kemajuan itu, sepertihalnya tekhnologi, jadi kembali kita ke Covid-19 di Indonesia, kita sudah punya lembaga-lembaga yang bisa menangani hal ini, jadi pemerintah berikan saja dana sebanyak-banyaknya secara maksimal, jadi lembaga-lembaga ini bisa lebih leluasa mengejar vaksin virus Corona ini,” tatur anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Ustad yang selalu mengisi khutbah Jumat di Masjid Agung milik Pemkab Deli Serdang ini juga menambahkan, kesadaran masyarakat dalam perilaku disiplin menjalankan protokol kesehatan merupakan langkah utama mengatasi pandemi. Dan itu bisa dilakukan sejak awal pandemi dan seterusnya. Itu bisa melindungi masyarakat dari serangan virus.

“Masyarakat menghadapi pandemi ini juga berimbas dalam faktor ekonomi, pemerintah memberlakukan masyarakat harus berdiam diri dalam rumah, saya minta pemerintah jangan bangga dengan telah memberi bantuan 600 ribu rupiah itu, pemerintah harus melakukan lebih dari itu, seperti halnya pemerintah harus melakukan inovasi-inovasi dalam upaya menghadapi pandemi ini, seperti inovasi pengetahuan, inovasi ekonomi, dalam perekonomian saat ini masyarakat lagi berat-beratnya menghadapi seperti saat ini, apalagi ada senyalemen-sinyalemen menteri yang menyatakan adanya resesi, untuk apa hal itu dilakukan, yang harusnya dilakukan pemerintah mengejar dan menciptakan inovasi-inovasi dalam menghadapi situasi ini, dan pesan-pesan saya ini ssya mengingatkan kepada masyarakat juga kepada diri saya sendiri,” kata Darwis.

Lebih lanjut lagi Darwis menegaskan, Pemerintah harus punya deadline, seumpanya deadlinenya di Desember 2020, artinya pemerintah harus punya deadline menemukan vaksinnya, kemudian pemerintah harus punya deadline menemukan inovasi-inovasi yang baru tentang ekonomi selain deadline tentang kesehatan masyarakat kita dan itu sangat bisa dilakukan, karena di Indonesia sudah mempunyai tekhnologi-tekhnologi pengetahuan yang cukup canggih dalam mewujudkan hal itu.

Reporter : M. Habil Syah
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *