Meski Hari Pahlawan Berlalu, Muda – Mudi Calobak Gelar Kesenian Sunda

oleh -24 views
Saat pelaksanaan peringatan hari Pahlawan.

KABUPATEN BOGOR, Minggu (15/11/2020) suaraindonesia-news.com – Meski, hari Pahlawan 10 November telah berlalu, kelompok pemuda pemudi Calobak se RW 07 Desa Tamansari, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor, tak mau ketinggalan peringati hari Pahlawan 10 November dengan tema “Senja Bermakna Segala Nage Pasti Aya Waktuna”.

“Berbagai kesenian Sunda ditampilkan untuk meriahnya acara. Seperti Jaipongan dipadukan Drama kreasi Jaka Tarub bersama Bidadari Nawang Bulan, menghiasi seni kehidupan muda mudi jaman Naw,” kata Ketua Panitia Paulia di dampingi Ketua Pemuda Rizal. Sabtu (14/11).

Pentas seni digelar dilapangan olah raga di RT.03 RW.07 Desa Tamansari. Kendati, cuaca tak mendukung dan sempat diguyur hujan. Antusias warga cukup tinggi, untuk mensukseskan acara. Sound System dan tenda, panggung bocor, akibat diguyur hujan.

“Penampilan muda mudi, tak mengurangi semangat para peserta dan panitia untuk memeriahkan pentas seni tersebut. Penonton terlihat antusias, terus berdatangan hadir berduyun duyun, memadati area lapangan yang disiapkan panitia,” timpal Rizal.

Acaranya pun cukup bergengsi bertema “Senja Bermakna Segala Nage Pasti Aya Waktuna” Tema itu dipilih sebagai bentuk kepedulian terhadap hari Pahlawan yang diperingati setiap tahun.

Sementara, Ketua RW 07 Desa Tamansari, Didi Supriyadi alias Dono mengatakan, masyarakat khususnya kaum muda mudi, terus meningkatkan kreasi dan inovasi. Karena diera sekarang ini, kreasi dan inovasi sangat dibutuhkan menghadapi era persaingan alias globalisasi.

“Saya bangga atas kereasi yang dibangun masyarakat Kampung Calobak, begitu sukses dan meriah. Adanya Door prize, acara begitu lengkap tanpa melibatkan Muspika setempat,” kata Didi Supriyadi bangga.

Kepala Desa Tamansari Sunandar Dodi berharap, ditahun berikutnya para pemuda kreatif dan pemuda berpikiran maju dapat bermunculan lebih hebat lagi. Karena majunya bangsa dan negeri ini karena pemuda.

“Ajang ini sebagai hiburan, kami pun tidak melihat hadiah yang diberikan panitia, kemeriahan jadi modal utama,” kata Sunandar Dodi.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *