Merasa Ditipu dan Menderita Kerugian, Wilopo Melapor ke Polresta Pati

oleh -14 views
Foto: Wilopo, korban dugaan penipuan hingga mengalami kerugian materiil.

PATI, Rabu (12/06) suaraindonesia-news.com – Merasa menjadi korban penipuan dan menderita kerugian materi sebesar 30 juta rupiah, Wilopo, warga Desa Wegil Rt 01 Rw 01 Kecamatan Sukolilo, melapor ke Polresta Pati.

Laporan dilakukan Wilopo pada 6 Mei 2024 atas dugaan tindak pidana penipuan yang diduga dilakukan oleh Sukari, yang merupakan tetangga sendiri. Laporan Wilopo pun diterima Polresta Pati, sesuai tanda terima laporan pengaduan yang ditanda-tangani BA Urmintu Sat Reskrim, Bripka Yayan Hermawan, atas nama Kasat.

Wilopo menuturkan kronologi kejadian, bahwa pada 29 April 2024, Sukari mengundang dirinya untuk datang ke rumah guna membicarakan nasib Widyatmoko, adik kandung Wilopo, yang sedang menjalani proses hukum dan ditahan di Polresta Pati, atas laporan Sukari.

Sukari menawarkan perdamaian dan bersedia mencabut laporan kepolisian yang menjerat Widyatmoko, dengan suatu syarat, Wilopo bersedia memberikan uang sebesar 50 juta rupiah.

Dikarenakan Wilopo tidak mempunyai uang sebesar itu, ia menawar sebesar 15 juta rupiah. Lalu, Sukari menurunkan permintaan menjadi 35 juta rupiah.

Baca Juga: Disiapkan Lahan Pertanian Bawang Merah 3000 Hektar di Pati, Upaya Stabilkan Harga

Selanjutnya, pada Rabu 1 Mei 2024, Wilopo mendatangi rumah Sukari dengan membawa uang sebesar 30 juta rupiah. Uang tersebut diterima dan dihitung oleh istri Sukari, Aas Fauziah. Atas penyerahan uang itu, Wilopo berharap, laporan kepolisian atas nama Widyatmoko segera dilakukan pencabutan.

“Penyerahan uang sebesar 30 juta rupiah di rumah Sukari. Bahkan, istrinya yang bernama Aas Fauziah yang menghitung uang tersebut”, kata Wilopo, Rabu (12/06/24).

Berselang 2 hari setelah penyerahan uang, yakni pada Jumat 3 Mei 2024, Sukari meminta tambahan uang sebesar 25 juta rupiah. Permintaan tambahan uang itu, sebut Wilopo, masih dengan dalih untuk beaya pencabutan perkara atas nama Widyatmoko.

Merasa tidak mampu dan tidak memiliki uang lagi, Wilopo akhirnya tidak memenuhi permintaan uang yang kedua, sesuai yang diinginkan Sukari.

Merasa diperas dan ditipu atas situasi tersebut, Wilopo akhirnya melaporkan Sukari ke Polresta Pati. Oleh Wilopo, Sukari dinilai telah menipu dengan menjanjikan pembebasan Widyatmoko dari tahanan. Hal itu menyebabkan Wilopo menderita kerugian secara materiil.

“Terbukti, sejak menerima uang dari saya, Sukari tidak melakukan pencabutan perkara atas nama Widyatmoko, sesuai yang dijanjikan”, ungkapnya.

Atas pelaporan itu, Polresta Pati telah mengeluarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyilidikan (SP2HP) Nomor B/292/V/Res.1.11/2024/Reskrim, tertanggal 14 Mei 2024, yang ditujukan kepada Wilopo.

Sedangkan perkara yang menimpa Widyatmoko sendiri, menurut penuturan Wilopo, bermula dari terjadinya hutang – piutang dan kerjasama usaha antara Sukari dengan Widyatmoko.

Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Pembangunan, DPUTR Pati Luncurkan SI-DARJA

Dalam perjalanan waktu, Widyatmoko dinilai melakukan wan prestasi, sehingga ia didesak harus segera mengembalikan sejumlah uang kepada Sukari. Belum sempat kewajiban mengembalikan uang dipenuhi, Widyatmoko keburu dilaporkan oleh Sukari ke Polsek Sukolilo atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Padahal, menurut Wilopo, sebelum pelaporan itu, Widyatmoko telah melepaskan aset berupa sebuah rumah dan sertifikat tanah hak miliknya kepada Sukari, sebagai jaminan atau ganti pembayaran. Rumah dimaksud pun saat ini telah dikuasai oleh Sukari.

Maka, pihak Wilopo menduga, kasus yang menjerat Widyatmoko ini terkesan dipaksakan. Disisi lain, Wilopo berharap, kasus yang sedang dilaporkannya ini, dapat diproses hukum guna memenuhi rasa keadilan. Sebelumnya, upaya mediasi kedua pihak pun telah dilakukan, namun tidak membuahkan hasil.

Sementara itu, Sukari ketika dihubungi media ini melalui selular, di nomornya 081xxxxxx404, tidak mengangkat panggilan. Panggilan pertama pada pukul 15:19 WIB, terlihat berdering. Kemudian, panggilan kedua pada pukul 15:20 WIB, berdering dan diangkat tetapi lalu dimatikan. Tanpa ada pembicaraan ataupun keterangan. Pun ketika permintaan konfirmasi melalui pesan whatsapp, tidak mendapat balasan, hingga berita ini diunggah.

Reporter : Usman
Editor : Amin
Publisher : Eka Putri

Tinggalkan Balasan