Menteri Pertanian Kunjungi Lamongan

oleh -11 views
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, bersama Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Viva Yoga Mauladi, saat berkunjung ke Kecamatan Solokuro, tepatnya di Desa Banyubang, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur

Reporter : Mustain

Lamongan, Suara Indonesia-News.Com – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, bersama Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Viva Yoga Mauladi, berkunjung ke Kecamatan Solokuro, tepatnya di Desa Banyubang, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Minggu (13/3/2016).

Dalam kunjungannya, membuat Angin segar bagi petani di Lamongan.karna Tuntutan mereka agar Bulog membeli gabah petani tanpa mempertimbangkan kadar air direspons Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.

Mentan, meminta Bulog tidak mempersoalkan soal kadar air karena harganya bisa disesuaikan.

Ketimpangan harga di berbagai daerah  tidak menggembirakan. Misalnya, di Lamongan Rp 3.200 per kilogram, Bojonegoro Rp 3.400 per kilogram dan  Nganjuk Rp 3.400 per kilogram.

”Dengan kondisi ini, kami diperintah oleh bapak Presiden untuk pimpin serap gabah petani (Sergap) gabah petani,” tandas Andi Amran Sulaiman.

Dalam kunjungannya kemarin ia sempat mencopot spanduk milik Bulog yang mencantumkan persyaratan kadar air.

Menurut amran, tidak ada diskusi kadar air saat musim hujan. Ia minta Bulog serap semua gabah petani, berapapun kadar airnya.

Pemerintah menyediakan Rp 20 triliun untuk membeli semua gabah petani.

“Gudang ada, uang ada, gabah ada, tapi jika tidak bisa serap gabah, berarti pasti ada persoalan. dan ini Butuh pengawalan untuk penyerapan gabah dan ketahanan pangan,”katanya.

“Di penjuru dunia manapun, kalau musim hujan kadar air dalam gabah pasti tinggi.”Tegasnya”.

Sementara, Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Sumardi, ikut bersama rombongan juga mengatakan, selama ini Bulog sering menolak gabah petani karena kadar air dan kadar hampa yang tidak sesuai.

Ia berjanji akan mengawal suksesnya ketahanan pangan. Pihaknya juga memerintahkan semua Kodim di Jawa Timur untuk ikut  mengawal pembelian gabah oleh Bulog.

Viva Yoga Mauladi juga menekankan agar Bulog melakukan serap gabah petani, dan tidak usah batasi serapan tiap kabupaten.

“Kalau Bulog kekurangan dana, minta DPRD. Kadar air berapapun agar diserap, kalau ada petugas Bulog yang menolak gabah petani, laporkan. Bulog harus bantu hak hidup petani,” tegasnya.

Bulog perlu punya cadangan beras sebanyak-banyaknya  sehingga tidak perlu lagi impor beras.

“Agar Mentan juga tidak disalahkan,”pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *