Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Kunjungi Bekasi

oleh
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Saat Berkunjung di Kabupaten Bekasi

Suara Indonesia-News.Com, Bekasi – Bekasi adalah jantung industri Jawa Barat bahkan Nasional. Ini memberikan gambaran bahwa potensi ekonomi di Kabupaten Bekasi cukup besar. Kalau dikelola dengan baik akan meningkatkan pendapatan asli daerah, serta menguatkan kapasitas fiscal daerah maupun nasional.

Karena itu, ASN Kabupaten Bekasi harus berintegritas, kreatif dan berkinerja tinggi,” kata Yuddy. Hal itu diungkapkan Yuddy saat silaturahmi dengan Bupati dan jajaran ASN Kabupaten Bekasi di Kantor Bupati Bekasi, Jawa Barat, Jumat (13/3) kemarin.

Menurutnya, meskipun jumlah ASN di Kabupaten Bekasi lebih dari 14 ribu orang, namun seimbang dengan pendapatan daerah. Yuddy juga yakin jika seluruh ASN ( Aparatur Sipil Negara ) yang ada di Kabupaten Bekasi mampu bekerja dengan sebaik-baiknya dan akan lebih meningkatkan kualitas pelayanan publik tanpa melihat batasan waktu jam kerja.

Dalam kesempatan itu, Yuddy juga kembali mengingatkan pentingnya revolusi mental di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Dia mengatakan, jika selama ini birokrat selalu dianggap sebagai sosok priyayi, selalu ingin dilayani dan kurang responsif terhadap pelayanan publik. Maka di era kepemimpinan Presiden Jokowi, seluruh ASN diminta untuk menjadi birokrat-birokrat yang lebih dekat dengan rakyat dan mau turun ke lapangan, mendengar dan menyerap aspirasi rakyat.

“Semakin banyak pejabat yang dekat dengan masyarakat, maka mudah-mudahan seluruh aspirasi masyarakat bisa diserap, walau pun tidak semuanya bisa diselesaikan dengan cepat,” kata Yuddy.

Sementara itu, Bupati Bekasi, Neneng Khasanah Yasin mengatakan, jika Kabupaten Bekasi sudah memiliki berbagai program yang terkait dengan kesejahteraan rakyat, diantaranya yaitu menggratiskan sekolah tingkat SD, SMP serta SMA/SMK Negeri.

Selain itu, Kabupaten Bekasi juga memiliki programĀ  membangun perbaikan rumah tidak layak huni dengan total 14.500 rumah.

“Kami juga membangun gedung Graha Bekasi untuk memasarkan dan mempromosikan kebudayaan Bekasi, serta kami juga mengembangkan pariwisata industri. Di Bekasi ada aneka industri seperti pabrik wool, mobil, serta industri besar lainnya yang bisa dijadikan objek wisata,” kata Neneng.

Terkait implementasi dari UU ASN, kata Bupati Neneng, Kabupaten Bekasi telah melaksanakan sejumlah kebijakan sesuai dengan yang digariskan oleh Kementerian PANRB, antara lain efisiensi, disiplin pegawai, serta rekrutmen terbuka untuk jabatan kepala dinas.(Bam).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *