Menteri Koperasi dan UKM RI, Kunjungi Sentra Pengrajin Batik dan Keris Binaan Diskop Sumenep

Reporter: Sar

Sumenep, Minggu 25/09/2016 (suaraindonesia-news.com) – Menteri Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Republik Indonesia Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga Kunjungi sentra Pengrajin Batik dan sentra pengrajin keris Binaan Diskop Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (25/9/2016).

Kedatangan Menteri Koperasi dan UKM RI disambut oleh Bupati Sumenep, Dr. KH. A Busyro Karim dan Plh Diskop Sumenep Carto, di Desa Aeng Tong-tong, Kecamatan Saronggi, sebagai desa pengrajin keris.

Dikatakan Carto sebelumnya menteri juga kunjungi Sentra pengrajin Batik Melati di Desa Pakandangan Barat Kecamatan Bluto.

“Pak menteri juga melihat langsung praktek pembuatan Batik dari proses awal kain gambar, sampai proses barang jadi. Dan diteruskan ke Desa Aeng Tong Tong sebagai sentra industri kecil pengrajin keris, pak menteri juga melihat langsung proses pembuatan keris,” terangnya.

Ia menambahkan, Karena Sumenep saat ini tercatat memiliki jumlah pengrajin sebanyak 272 orang yang terbagi dalam tiga kelompok. Salah satunya kelompok Sanggar Arya Wiraraja dengan pengrajin 72 orang. Kelompok ini mampu memproduksi 80 buah yang terdiri dari wilah, rangka dan keris.

“Satu pengrajin bisa dua sampai tiga keris per hari. Dan hasil karya mereka dipasarkan ke Kota Solo, Jogja, Jakarta, Malaysia, Amsterdam hingga Swiss,” imbuhnya.

Menurutnya, adapun omset perbulan rata-rata Rp. 50 juta perkelompok. Karena harga keris mulai dari Rp. 250 ribu per batang hingga Rp. 75 juta per/batang kering.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here