JAKARTA, Kamis (07/08) suaraindonesia-news.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menekankan pentingnya akurasi peta sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan pembangunan nasional. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Talkshow Profesional bertajuk “ILASPP: What is and What is Next? Bagaimana Ikatan Surveyor Indonesia (ISI) Berperan?”, yang merupakan bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Ikatan Surveyor Indonesia (ISI), Rabu (06/08/2025) di Jakarta.
Dalam sambutannya, Menteri Nusron mengajak para surveyor untuk menghasilkan peta yang akurat dan mengedepankan mitigasi risiko dalam setiap kegiatan survei dan pemetaan.
“Saya yakin, keberhasilan transformasi dunia pertanahan ini sangat ditentukan oleh Bapak/Ibu sekalian. Saya minta, kalau bisa tolong dibuatkan peta surveinya yang akurat. Mengedepankan mitigasi risiko,” ujar Nusron.
Ia menambahkan bahwa peta seharusnya menjadi alat untuk memecahkan permasalahan, bukan justru menjadi sumber konflik.
“Ketika Bapak/Ibu menyusun peta, harus punya keyakinan bahwa dengan lahirnya peta, maka ini adalah sumber pemecahan masalah. Jangan menjadi sumber lahirnya masalah,” tambahnya.
Pernyataan ini disampaikan dalam konteks pelaksanaan Integrated Land Administration and Spatial Planning Project (ILASPP) 2025, sebuah program yang didukung oleh Bank Dunia dan berfokus pada pemanfaatan data spasial untuk mendukung perencanaan pembangunan yang berbasis bukti.
Menteri Nusron juga menyampaikan harapan agar program ILASPP dapat berjalan secara baik, hati-hati, dan menghasilkan keluaran terbaik bagi kepentingan pembangunan nasional.
“Kami titip, mudah-mudahan ILASPP bisa berjalan dengan baik, prudent, dan memberikan output terbaik. Semoga bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kepentingan pembangunan ke depan,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG), Muh. Aris Marfai; Direktur Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang, Virgo Eresta Jaya; Direktur Jenderal Tata Ruang, Suyus Windayana; Staf Ahli Bidang Teknologi Informasi, Dwi Budi Martono yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum I ISI; serta pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Kementerian ATR/BPN.













