MINAHASA, Sabtu (19/07) suaraindonesia-news.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menekankan pentingnya penguatan sistem dan sumber daya manusia (SDM) sebagai strategi dalam menjawab tiga tantangan besar yang saat ini dihadapi kementeriannya.
Hal tersebut disampaikan Menteri Nusron saat memberikan pengarahan kepada jajaran Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Sulawesi Utara, di Minahasa, Kamis (17/07). Tiga tantangan utama yang diidentifikasi antara lain percepatan sertipikasi tanah, penyertipikatan bidang tanah yang telah terpetakan namun belum bersertipikat, serta peningkatan kualitas data pertanahan.
“Seluruh proses bisnis harus disederhanakan dan ditopang oleh sistem berbasis teknologi informasi. Dari sisi SDM, pengembangan jabatan akan dilakukan secara transparan, dengan pendekatan meritokrasi yang berjenjang,” ujar Nusron Wahid dalam sambutannya.
Dalam laporannya, layanan pertanahan di Sulawesi Utara selama tahun 2024 mencatat kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah. Capaian tersebut di antaranya penerimaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar Rp124,4 miliar dan pencatatan Hak Tanggungan senilai Rp4,2 triliun. Dari total 7,8 juta layanan pertanahan secara nasional, sekitar 52.000 layanan diberikan di Sulut.
Selain menyoroti penguatan internal, Menteri Nusron juga mengingatkan pentingnya komunikasi publik yang efektif, terutama di era pasca-kebenaran (post-truth), di mana disinformasi dapat menyebar lebih cepat dari fakta.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjelaskan kebijakan secara akurat, menangkal informasi yang menyesatkan, dan membangun kepercayaan publik. Tidak bisa lagi hanya bergantung pada segelintir orang dalam menjaga citra institusi,” tuturnya.
Menteri Nusron juga mengajak seluruh jajaran Kementerian ATR/BPN untuk menjalankan tugas dengan integritas tinggi dan berlandaskan prinsip Governance, Risk, and Compliance (GRC). Ia menegaskan pentingnya bekerja secara cepat, bersih, dan akurat dengan pendekatan manajemen risiko yang kuat.
Kegiatan tersebut turut diisi dengan penandatanganan prasasti sebagai simbol peresmian renovasi sejumlah gedung kantor, termasuk gedung Kanwil BPN Provinsi Sulut, Kantor Pertanahan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), dan Bolaang Mongondow Timur (Boltim).
Sebelum memberikan pengarahan, Menteri Nusron mendengarkan paparan capaian kinerja dari Kepala Kanwil BPN Provinsi Sulut, Erry Juliani Pasoreh. Pengarahan ini dihadiri oleh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kementerian ATR/BPN, Pejabat Administrator, serta sejumlah Pejabat Pengawas di lingkungan Kanwil BPN Provinsi Sulut.













