KOTA BATU, Jumat (25/5/2018) suaraindonesia-news.com –
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam kunjungan kerja ke Balai Penelitian Tanaman jeruk dan buah Subtropika (Balitjestro) Tlekung Kota Batu, Jumat (25/5/2018) pagi membagikan satu juta benih jeruk kepada masyarakat terutama masyarakat petani yang kurang beruntung.
Satu juta benih jeruk itu dibagikan kepada masyarakat secara gratis, para petani nantinya akan mendapatkan 4 hingga 5 bibit jeruk buatan Balejestro, setidaknya ada tujuh jenis benih jeruk yang telah teruji dan cocok dibudidayakan di Jawa Timur terutama Malang raya.
“Benih jeruk itu dibagikan secara gratis kepada masyarakat, hal ini sesuai dengan program bekerja yakni bedah kemiskinan Rakyat sejastera, yang kami canangkan sesuai arahan Bapak presiden,” Andi Amran Sulaiman, Jumat (25/5/2018).
Menurutnya, bibit jeruk yang diberikan kepada masyarakat tidak serta merta dibiarkan begitu saja tetapi perlu ada pengawalan dalam pengembangan budidaya jeruk itu sendiri, selain itu teknologi pembuatan jeruk berjenjang sepanjang tahun dapat diadopsi kepada masyarakat agar nantinya buah jeruk akan selalu ada setiap saat.
Mentan yakin, kondisi iklim di wilayah kota Batu, Malang raya sangat mendukung dalam pengembangan jeruk, sehingga nantinya mampu menghasilkan jeruk yang berkuawlitas terbaik.
Sementara itu Kepala Balitjestro Tlekung Muhammad Taufiq Ratule mengatakan satu juta benih jeruk yang akan dibagikan kepada masyarakat itu dari berbagai jenis yang dihasilkan dari Balejestro.
“Varietes baru jeruk itu anatara lain JRM 2012, Krisma Agrihorti, monita agrihorti, sari agrihorti, puri agrihorti dan nimas agrihorti, semuanya merupakan hasil seleksi populasi dan koleksi sumber daya genetic jeruk,” kata Taufiq.
Menurutnya, benih jeruk yang disebar dimasyarakat itu telah teruji di kementan dan cocok untuk dibudidayakan di wilayah Jawa timur. Produksi benih ini dimaksudkan untuk percepatan diseminasi varietas unggul komoditas Jeruk.
“Karena balitjestro telah ditetapkan sebagai pusat unggulan iptek jeruk oleh Kemenristekdikti yang menguatkan posisi Balitjestro sebagai rujukan nasional dalam pengembangan teknologi untuk komoditas jeruk,” ungkapnya.
Reporter : Adi Wiyono
Editor : Agira
Publisher : Imam












