Mensos Risma Kunjungi Dua Anak Difabel di Jember

oleh -539 views
Sesi wawancara dengan Mensos Tri Rismaharini usai mengecek kondisi kedua anak dengan kelainan fisik di Jember. (Foto: Guntur Rahmatullah).

JEMBER, Minggu (28/11/2021) suaraindonesia-news.com – Viralnya pemberitaan mengenai dua anak kakak beradik di Desa Jatimulyo, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, Jawa Timur, yaitu Rudi (18) dan Rosidi (11) yang menderita keterbelakangan mental dengan kondisi ekonomi kurang mampu, tidak hanya mengundang empati warga lokal tetapi juga pemerintah pusat.

Usai berkunjung ke Malang, Menteri Sosial Tri Rismaharini langsung mengunjungi rumah kedua kakak-beradik tersebut usai mengetahui pemberitaan di berbagai media.

“Pertama saya berterima kasih kepada teman-teman jurnalis karena informasi ini saya dapat pertama setelah membaca di media, karena itu kami bisa menangani. Saya minta bantuan teman-teman (jurnalis) kalau mengetahui ada yang memang membutuhkan bantuan supaya diinformasikan, kami sangat berterima kasih sekali karena itu memang tugas kami,” kata Risma,Minggu (28/11/2021).

Mensos Risma menyampaikan hasil kunjungannya kali ini, dia akan memberikan kedua anak dengan kelainan di fisiknya tersebut dengan pemenuhan gizi serta nutrisi untuk otaknya. Selain itu, Risma akan melakukan terapi khusus kepada kedua anak tersebut.

“Kami sudah koordinasi dengan ahli gizi dan dokter, apa-apa yang bisa diberikan kepada kedua anak ini, yang satu (Rudi) itu hyper aktif, tadi sudah koordinasi dengan dokter supaya diberikan obat supaya hyper aktifnya turun dan satunya lagi (Rosidi) itu tidak bisa duduk dan berdiri jadi harus digendong terus, kita akan buatkan kursi khusus dan keduanya akan diberikan nutrisi tambahan untuk otaknya,” ungkap Risma.

Untuk penolakan dari orangtua kedua anak tersebut supaya diobati di rumah sakit, Mensos Risma akan berusaha secara pelan supaya orangtua mau. Dia berkeyakinan suatu hari orangtuanya akan terbuka.

Baca juga : Pemerintah Selama Ini Sudah Memberikan Pelayanan kepada Dua Anak Difabel yang Viral di Jember

“Sekarang memang tidak terlalu yakin akan ada perubahan apabila dibawa ke rumah sakit, namun saya yakin dengan terapi pemenuhan gizi yang tepat akan ada perubahan lebih baik ke depannya dan suatu hari nanti orangtua akan terbuka, ketika anak-anaknya mengalami perubahan lebih baik saya yakin orangtuanya akan mau mengizinkan anaknya diobati di rumah sakit nantinya,” jelasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Risma memberikan ayam petelor dimana telornya bisa jadi konsumsi sehari-hari untuk pemenuhan gizinya, serta bibit ikan lele beserta kolamnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Jember KH. MB. Firjaun Barlaman menyampaikan Pemkab Jember selama ini sudah hadir menangani kedua anak tersebut.

“Selama ini pemerintah sudah hadir terus menangani. keluarga yang bersangkutan sudah lama masuk DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), jadi keluarga selama ini menerima bansos dari Pemerintah seperti PKH, BST, termasuk BPJS Kesehatan dari Pemerintah,” jelas Wabup Firjaun.

Menanggapi reaksi orangtua yang tidak mengizinkan kedua anaknya untuk diobati di rumah sakit, Wabup Firjaun akan intruksi Dinas Kesehatan supaya mengutus tenaga kesehatan khusus untuk jemput bola.

“Kami akan perintahkan Dinkes untuk menugaskan tenaga kesehatan khusus untuk mendatangi ke rumahnya, namun memang berbeda kalau di rumah sakit kan alatnya lengkap sehingga hasil maksimal, kalau kunjungan ke rumah alatnya memang kurang lengkap,” sambung Gus Firjaun.

Sementara untuk perkembangan sehari-hari, Gus Firjaun akan menugaskan kades untuk mengecek perkembangannya setiap hari.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan