Meninggal di Malaysia, Pria Asal Meulaboh Dikebumikan di Aceh Timur

Jenazah Adi bin Abubakar Tiba di Desa Kuala Simpang Ulim, Kab. Aceh Timur.

ACEH TIMUR, Selasa (19/11/2019) suaraindonesia-news.com – Jenazah Adi Bin Abubakar (50) pria asal Meulaboh, Aceh Barat, meninggal dunia lima hari yang lalu di sebuah Rumah Sakit Malaysia karena menderita penyakit kronik, almarhum di kebumikan di desa istri nya di Desa Kuala Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur.

Jenazah tiba pukul 19,05 WIB Senin malam (18/11) di sambut anggota keluarga dan masyarakat Desa Kuala Simpang Ulim, setelah jenazah di shalatkan terlebih dahulu, kemudian langsung kebumikan di pemakaman umum Desa setempat.

Sebelumnya, proses pengurusan administrasi, penggalangan sumbangan biaya pemulangan jenazah di bantu oleh Persatuan Masyarakat Aceh Serantau di Malaysia, dari pengurusan dokumen sampai pemulangan jenazah sampai ke Bandara Kualanamu Medan, Sumatra Utara.

Setelah tiba di Bandara Kualanamu, pihak keluarga langsung membawa pulang jenazah ke Aceh Timur, turut difasilitasi oleh Anggota DPRK Aceh Timur, Tgk Mudawali.

“Kemarin di telpon dari abang saya Bukhari di Malaysia, meminta bantu untuk difasilitasi dan didampingi keluarga proses pemulangan jenazah dari Bandara, kebetulan abang saya termasuk yang mengurus jenazah di Malaysia,” ujar nya.

Untuk itu kata Tgk Mudawali, pihaknya terus berkordinasi dan komunikasi dengan Bukhari di Malaysia terkait proses pemulangan jenazah ke Aceh Timur, dan juga memberikan sedikit sumbangan untuk membantu biaya pemulangan.

Berdasar kan penjelasan Abang ipar almarhum, Asnawi Yunus, mengatakan bahwa sabtu malam ia di hubungi oleh adik perempuannya Sahanaya di Malaysia bahwa suami nya Juliana telah meninggal dunia di rumah sakit karena penyakit komplikasi sesak nafas dan jantung.

“Katanya jenazah alm suaminya akan di bawa pulang kemarin, karena almarhum tidak ada identitas yang jelas, meskipun sudah 5 tahun menikah dengan adik saya di malaysia, kami tidak kenal saudaranya dengan saudara suaminya, hanya yang mereka tau alm warga Meulaboh Kab. Aceh Barat,” tuturnya.

Sebab keduanya menikah di Malaysia, sejak menikah 5 tahun yang lalu mereka punya anak bernama Ajam (4) mereka tinggal daerah Kif Town Selangor Malaysia.

“Saat ini kakak saya dan anaknya masih di Malaysia sedang mengurus dokumen kepulangan, mungkin dalam dua hari ini sudah tiba kemari,” kata Asnawi.

Keuchik Kuala Simpang Ulim, Basri Saleh menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses pemulangan jenazah, meskipun pihaknya tidak mengenalnya, hanya istrinya yang kami kenal karena warganya sebab mereka menikah di Malaysia.

“Meskipun dia tidak kami kenal, tetap kami bantu melaksanakan fardhu kifayah apalagi alm suami dari warga kami dan kami juga sangat berharap keluarganya bisa tau dan datang kemari, bahwa menurut informasi alm berasal dari Meulaboh,” tutup Basri.

Reporter : Masri
Editor : Amin
Publisher : Oca


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here