Mengurangi Resiko Bencana, BPBD Kota Bogor Ajak Peran Dunia Usaha

oleh
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bogor, Arie Priyono saat wawancara dengan wartawan.

BOGOR, Rabu (26/02/2020) suaraindonesia-news.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor menggelar Seminar Peran Dunia Usaha Dalam Pengurangan Risiko Bencana di IPB International Convention Center (IICC) Mal Botani Square, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Rabu (26/02).

Sedikitnya 52 pelaku usaha hadir dalam seminar yang dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat.

“Seminar ini rangkaian panjang dari program mendukung Kesiapsiagaan Bencana dari Pemerintah dan masyarakat atau disingkat Sinergi (Supporting Disaster Preparedness of Government and communities),” kata Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bogor, Arie Priyono.

Arie menyampaikan, program Sinergi ini menitikberatkan pada peningkatan kapasitas empat elemen, yakni Pemerintah, Akademisi, Masyarakat dan Pelaku Usaha mengingat penanggulangan bencana menjadi urusan bersama.

Elemen ini saling dikomunikasikan dan ini menjadi kali pertama pertemuan dengan pelaku usaha Se-Kota Bogor dari berbagai bidang. Mulai dari perbankan, niaga, jasa, developer dan lainnya.

“Seminar ini tujuannya mengajak pelaku usaha peduli terhadap mitigasi bencana dan turut mempunyai tanggung jawab sosial dalam pra penanggulangan bencana tak hanya saat terjadi bencana. Keterlibatan pelaku usaha pada pra bencana sangat diperlukan agar Kota Bogor menjadi Kota tangguh bencana,” terangnya.

Ari mengatakan, pada seminar ini pihaknya juga akan mengajak pelaku usaha masuk ke forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB).

“Forum PRB bisa bekerjasama dan berkolaborasi hal-hal apa saja yang dibutuhkan dan diperlukan pelaku usaha untuk mendukung program pra bencana,” ungkapnya.

Ditempat yang sama Sekdakot Bogor Ade Sarip Hidayat menyampaikan, salah satu bentuk dukungan pra bencana adalah para pelaku usaha bisa menyediakan fasilitas perkantoran, sarana pendidikan, sarana kesehatan yang bangunan konstruksinya memenuhi standar Kementerian PUPR.

“Bencana yang sering terjadi di Kota Bogor kan ¬†longsor, puting beliung, dan gempa. Ini perlu disosialisasikan sebagai langkah-langkah preventif penanganan kebencanaan,” ujarnya.

Ade Sarip menambahkan, bencana merupakan serangkaian kegiatan yang datang tiba-tiba, bisa akibat alam atau manusia itu sendiri. Kota Bogor pun tak luput dari bencana mulai dari longsor, banjir, pohon tumbang, sampai puting beliung pun pernah. Pemkot Bogor ingin membangun komitmen bersama dalam penanggulangan bencana termasuk dengan pelaku usaha.

“Kami berharap ada langkah nyata, peran aktif dari pelaku usaha dalam membangun pra bencana. Mungkin bisa dengan memberikan CSR mendukung Forum PRB, karena jika Kota Bogor nyaman dan aman maka akan semakin banyak wisatawan yang datang ke Kota Bogor,” pungkasnya.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Amin
Publisher : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *