Mengaku Satpam Pusat Perbelanjaan, Tuding Mahasiswi Lakukan Mesum dan Memerasnya

oleh -80 views
Korban DSR (jilbab oranye) bersama kekasihnya (tengah) didampingi ayah korban AR (kiri) saat melapor ke kepolisian. (Foto: Guntur Rahmatullah).

JEMBER, Rabu (16/9/2020) suaraindonesia-news.com – Aksi pemerasan kembali terjadi di Kabupaten Jember. Korbannya ialah DSR (20) warga Desa Menampu, Kecamatan Gumukmas, Jember.

Oknum tersebut mengaku sebagai staf keamanan atau Satpam Dira Shopping Center Kencong.

Oknum tersebut menuduh DSR yang merupakan mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Jember, melakukan mesum dengan kekasihnya di dalam mobil yang di parkir di pusat perbelanjaan tersebut.

Ayah korban, AR mengatakan bahwa apa yang dituduhkan oknum tersebut tidak benar.

“Jadi anak saya pergi ke Dira Kencong pada Selasa (15/9/2020) kemarin, sekitar pukul 16.45 WIB. Apa yang dituduhkan oleh oknum R yang mengaku staf keamanan di sana adalah tidak benar. Anak saya berpelukan dengan kekasihnya yang berpamitan mau meneruskan kuliah ke luar negeri tepatnya di Mesir,” kata AR.

Lebih lanjut, AR menceritakan bahwa R malah bertindak lebih jauh.

Yakni memaksa korban untuk membuka pakaiannya, dengan dalih sebagai bukti karena korban telah mengelak dari tuduhan oknum R tersebut.

“Akhirnya dia (R) meminta bukti fisik dengan menyuruh anak saya membuka baju, sampai direkam dengan ponselnya. Lalu dia meminta Rp 75 juta. Jika tidak bisa memberikan sejumlah uang yang dia minta, dia ngancam dengan memberitakan ke media massa,” imbuhnya.

Namun karena saat itu korban tidak mempunyai uang sebanyak itu, oknum R kemudian membawa korban dan kekasihnya ke Lumajang.

Mereka bertiga mengendarai mobil milik korban.

“Karena anak saya tidak memiliki uang sebanyak itu, anak saya dibawa ke Lumajang bersama mobilnya. Saya tidak tahu anak saya diapakan di sana,” jelas AR.

AR kemudian melaporkan kejadian yang menimpa anaknya ini ke Kepolisian Resor Jember dengan bukti laporan nomor TBL-B/494/IX/RES.1.24/2020/RESKRIM/SPKT Polres Jember, pada Rabu (16/9/2020) dini hari.

Terpisah, Manajer Dira Shopping Center Kencong Fredy Swita mengatakan, setelah pihaknya mendengar kejadian pemerasan tersebut, pihaknya langsung mengumpulkan seluruh karyawan.

“Memang setelah saya mendengar ada kasus pemerasan di tempat usaha kami, dimana oknum tersebut mengaku sebagai satpam, langsung kami kumpulkan seluruh karyawan. Dan kami pastikan bahwa oknum tersebut bukan karyawan atau satpam kami, bahkan puluhan satpam kami langsung melakukan tindakan pelaporan ke polisi, karena ini sudah menyangkut nama baik Korps Security di tempat usaha kami,” ujar Freddy Swita.

Freddy juga meyakinkan, bahwa dari rekaman CCTV yang ada di area parkir, aksi oknum tersebut juga terekam. Dari ciri-ciri yang ada dalam rekaman tersebut dipastikan bukan karyawannya.

“Bukti di rekaman CCTV juga memastikan, bahwa ciri-ciri pelaku bukan anggota satpam kami,” jelas dia.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *