Memasuki Pekan Ketiga Bulan Ramadhan, Satgas Ketahanan Pangan Kabupaten Probolinggo Gelar Operasi Pasar

oleh -58 views
Kapolres Probolinggo AKBP. Fadly Samad bersama tim satgas ketahanan pangan saat sidak pangan di pasar Dringu.

PROBOLINGGO, Rabu (30/05/2018) suaraindonesia-news.com – Memasuki pekan ke tiga bulan Ramadhan 1439-H, tim Satgas Ketahanan Pangan Kabupaten Probolinggo Jawa Timur yang terdiri dari Polri, Dinkes dan Koperindag melakukan operasi pangan terpadu terkait kenaikan harga bahan pokok di sejumlah pasar di wilayah Kabupaten Probolinggo, Rabu (30/5).

Dalam operasi tersebut, rombongan tim Satgas Ketahanan Pangan yang di pimpin Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad, melakukan operasi di pasar Dringu yang sehari hari terpantau cukup ramai pengunjungnya.

Di pasar ini tim satgas pangan tidak mendapati harga bahan pokok yang naik secara signifikan. Terpantau, pedagang dipasar Dringu masih menjual harga bahan pokok relatif normal, stabil, masih dalam batas kewajaran.

Terkait kegitan tersebut, Kapolres Probolinggo AKBP. Fadly Samad mengungkapkan, kegiatan operasi pangan terpadu bersama Koperindag, Dinkes dan Polri ini dalam rangka stabilitas harga bahan pokok di pasar. Kita tadi sudah bersama sama melihat, bahwa memasuki pekan ke tiga di bulan Ramadhan ini, harga bahan pokok masih normal, stabil dan masih dalam batas kewajaran.

Adapun yang naik hanya harga daging ayam. Yang awalnya Rp.30 ribu menjadi Rp.36 ribu. Namun stoknya masih terpenuhi dan tidak akan terjadi kelangkaan.

Begitu juga harga bahan pokok yang lainnya masih dalam batas kewajaran. “Terpantau harga masih stabil, telor Rp.21 ribu/kg, daging sapi Rp.100 ribu/kg, tomat Rp.10 ribu/kg, cabe Rp.20 ribu/kg, gula pasir Rp.10 ribu/kg, bahkan untuk harga minyak kali ini malah turun menjadi Rp.10 ribu/kg”, paparnya.

Fadly Samad menjelaskan, untuk mengecek apakah bahan pokok seperti; tahu, ikan asin, ikan segar, daging ayam, daging sapi yang dijual di pasar ini layak di konsumsi? Kita ambil samplenya kemudian di labkan untuk dipastikan bebas dari bahan berbahaya. “Kita akan melakukan tindakan sesuai dengan ketentuan bila ada temuan terkandung bahan bahan berbahaya”, tegasnya.

Dia menegaskan, pihaknya akan mengambil tindakan tegas bila sampai terjadi kelangkaan, apalagi ada yang melakukan penimbunan. Akan kita tindak, kita kenakan UU tentang pangan, tandasnya.

Reporter : S. Widjanarko
Editor : Amin
Publisher : Imam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *