Melirik Misteri Kabut dan Hujan Deras Dibalik Jalan Salib Hidup di Kota Ende

oleh -63 views
Kisah nyata Pelakon Jalan Salib Hidup Saat tergantung dikayu salib diselimuti Kabut tebal dan hujan deras di Ende Jumat (30/3)

ENDE-NTT, Jumat (30/32018) suaraindonesia-news.com – Kisah Nyata dalam perayaan tablo Kisah Sengsara Yesus pada perayaan Jumat Agung Paroki Kristus Raja Katedral Ende, Ribuan Umat Katolik Paroki Kristus Raja Katedral Ende diguyur Hujan Lebat. Jumat (30/03/18)

Disaat memasuki perhentian ke -11, Sebelum Pelakon sebagai Yesus menghembuskan nafas terakhirnya, Ia berkata, “Ya Bapa ke dalam Tangan-Mu Kuserahkan Nyawa-Ku”, secara nyata diatas langit, ditandai dengan kabut hitam tebal menutupi badan langit.

Kemudian, pada saat memasuki perhentian terakhir ke-12, disaat Pelakon Yesus melepaskan nafas terakhirnya, secara nyata ditandai dengan rintik-rintik hujan.

Namun, uniknya dengan keyakinan yang kuat umat tetap bertahan hingga pelakon Jenazah Yesus diturunkan.

Kemudian, sesaat setelah Pelakon Jenazah yesus diturunkan dan dipikul kedalam gereja katedral ende, hujan kemudian turun semakin deras disertai angin yang cukup kencang.

Menyebabkan, semua umat basah kuyup dan bergeser masuk kedalam tenda halaman gereja. Namun, meskipun hingga perayaan tablo selesai hujan belum juga lekas berhenti, umat tetap bertahan berdiri di tenda halaman Geraja Katedral Ende.

Baca Juga: Kenang Wafat Yesus, Ribuan Umat Katolik Paroki St. Antonius Padua Sasi Shuntuk Mengikuti Jalan Salib Hidup 

Setelah setengah jam berjalan, hujan perlahan berhenti dan kabut hitam perlahan menghilang menggantikan awan putih tebal dan tidak lama kemudian langit-langit kembali cerah dan bercahaya seperti sebelumnya.

Kisah tragis ini disaksikan oleh ribuan umat Paroki Kristus Raja Katedral Ende yang mengikuti perayaan tablo yang dipertunjukan oleh Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Kristus Raja Katedral Ende. Pada Jumad, (30/03/18).

Salah seorang umat lingkungan 09 Paroki Katedral Ende, Marselinus Laki ketika dikonfirmasi wartawan FE, Ia mengatakan, Perayaan Tablo kali ini memang sangat berkesan dan luar biasa.

Menurutnya, sampai-sampai kita menyaksikan bahwa pada perhentian ke-11 saat Yesus disalibkan diatas langit ada kabut hitam tebal dan rintik-rintik hujan mulai berdatangan.

Setelah itu, disaat memasuki perhentian ke-12 Saat Yesus Mati Di Kayu Salib, Hujan kemudian turun sangat lebat.

Ia mengakui, bahwa semua umat hanya bisa menangis melihat peristiwa ini. Karena yang terjadi saat ini adalah Berkat dan Rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa.

Rrporter : Yoko
Editor : Agira
Publisher : Imam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *