KOTA BATU, Senin (7 Agustus 2017) suaraindonesia.com – Malang Corruption Watch (MCW) menuding kenaikan gaji DPRD kota Batu sama sekali tidak berpihak pada rakyat. Wakil rakyat sejauh ini bukan lagi bekerja untuk kepentingan rakyat tetapi semata-mata untuk kepentingan internal dewan.
Mahyeda coordinator lapangan (korlap) dalam aksi kampaye public yang dilakukan bersama warga kota Batu, Senin (7/8) siang di alun-alun kota Batu itu menilai DPRD kota Batu sekarang ini belum maksimal dalam memainkan fungsinya dengan baik.
Ia melakukan aksi itu dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat kota Batu terkait proses perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD kota Batu 2017 yang tidak berpihak kepada masyarakat.
MCW mengkritisi kenaikan gaji anggota Dewan sebesar Rp 2,2 miliar yang di nilai menghianati amanah masyarakat kota Batu karena hanya mementingkan kepentingan sendiri. Baca Juga: Gaji Satpam di Kota Batu Mayoritas Masih Dibawah UMR
“Mereka hanya mementingkan internal sendiri tanpa mempedulikan kepentingan rakyat, disisi lain kota Batu memiliki berbagai persoalan seperti dugaan korupsi roadshow shining Batu,” Kata Mahyeda.
Selain itu juga terjadinya dugaan pelanggaran hukum terkait penerbitan ijin penerbitan Predator Fun Park dan penerbitan keringanan pjak Jatim Park.
Dalam aksinya tersebut MCW juga membawa berbagai tulisan agar masyarakat kota Batu mengetahui anggaran–anggaran dalam PAK yang di nilai tidak pro rakyat.
Kata Mahyeda, Salah satunya anggaran pendidikan pemkot Batu yang kurang dari 20 persen dinilai juga menyalahi undang –undang , padahal harusnya anggaran pendidikan tidak boleh kurang dari 20 persen dari jumlah total APBD kota Batu senilai Rp 900 miliar.
“Selain anggaran pendidikan juga anggaran untuk kesehatan yang juga melanggar peraturan . Dimana anggaran kesehatan dalam anggaran perubahan keuangan kurang dari 10 persen,” sebutnya yang juga diamini oleh rekan lainya.
Lanjutnya, ada indikasi persekongkolan antara pemerintah kota Batu dengan DPRD kota Batu karena PAK diselesaikan dalam waktu singkat.
Meski hal ini sudah terlambat, MCW mewanti wanti kepada masyarakat kota Batu agar berhati –hati memilih wakil rakyat dan kepala daerah agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali terlebih lagi pada menjelang pilkada serentak 2019 (Adi Wiyono)










