Masyarakat Resah, Sampang Jadi Sarang Pengemis

oleh -10 views

Reporter : Nora/Luluk

Sampang, Senin 19/09/2016 (Suaraindonesia-news.com) Р Saat ini masyarakat Kabupaten Sampang, resah atas keberadaan pengemis. Sebab, jumlah pengemis sudah diluar batas dan terkesan Kabupaten Sampang, telah menjadi sarang pengemis, terutama yang datang dari luar wilayah Kabupaten Sampang.

Tak pelak, menjamurnya pengemis di wilayah Sampang, Madura, membuat Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnaketrans) setempat angkat tangan. Dinas yang membidangi sosial itu berdalih kebingungan dalam menyikapi aksi para pengemis yang tetap mokong meski beberapa kali telah ditertibkan. Bahkan, Dinsosnakertran mengaku kesulitan untuk membedakan pengemis dengan latar belakang menyambung hidup atau pengemis yang dijadikan sebagai profesi.

Kasi Rehabilitasi dan Pelayanan Dinsosnakertrans Sampang, Syamsul Arifin mengakui, beberapa bulan terakhir ini keberadaan pengemis di Sampang semakin merambah dan meresahkan masyarakat. Terutama bagi pengemis yang ngotot meminta di lingkungan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang sudah jelas ada larangan bagi pengemis meminta-minta memasuki area tersebut.

“Memang belakangan ini banyak laporan dari masyarakat tentang keberadaan pengemis kian bertambah,” terangnya, Senin (19/9/2016).

Syamsul juga menjelaskan, berdasarkan data sementara jumlah pengemis yang biasa beroperasi di area kota, sekitar 50 orang. Jumlah tersebut tentu lebih banyak dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 30 pengemis.

“Pada bulan Ramadan kemarin, kurang lebih mencapai 50 orang yang ditertibkan dan masuk pendataan,” jelasnya.

Masih kata Syamsul, para pengemis itu, telah dilakukan penindakan dan pembinaan, namun tetap saja mokong dan kembali bekeliaran untuk meminta-minta.

“Ada sebagian pengemis beralasan karena kesulitan mencari pekerjaan ada juga lantaran murni karena tidak memiliki apa-apa, sehingga mereka mengemis, tapi semua upaya seperti pendataan dan pembinaan sudah kami lakukan, tinggal kesadaran pengemis itu sendiri, kita tidak bisa berbuat banyak,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *