Masyarakat Kepulauan Ingin Sabuk Nusantara Beroperasi Kembali

oleh
Reporter : BTF

Nias Selatan, Jumat 28/10/2016 (suaraindonesia-news.com) – Masyarakat Pulau Tello kecamatan pulau-pulau batu Kabupaten Nias Selatan kembali berkeluh kesah tentang transportasi laut kapal sabuk nusantara yang pernah beroperasi di kepulauan batu dimana menghubungkan padang ke pulau tello, pulau tello teluk dalam, dan teluk dalam sibolga.

Keberadaan kapal tersebut pada tahun yang lalu 2015 sangatlah membantu masyarakat kepulauan batu dimana masyarakat merasa sangat mendapat publik sevice (pelayanan publik yang baik) yang menganggap manusia sesuatu yang sangat humanis.
Dimana juga masyarakat kepulauan batu lebih banyak berurusan masalah bisnis dan perdagangan melalui padang sumatera barat karena jangkauan yang memungkinkan terhadap masyarakat kepulauan batu.
Salah seorang tokoh masyarakat kepulauan Habel Fanaetu mengatakan semenjak kapal tersebut sudah tidak beroperasi lagi dimana kontraknya sudah berakhir dan sejumlah masyarakat kepulauan batu sangat kecewa dimana berharap saat itu agar kontraknya dapat di perpanjang kembali karena kapal tersebut sungguh sangat membantu masyarakat kepulauan batu.
Selain itu juga sebagian besar muda/i kepulauan batu kuliah di padang dan sangat efisien serta efektif bagi mereka untuk berlibur dengan adanya kapal tersebut terutama pada saat hari besar agama.
Namun sekarang sungguh merasa susah karena ketika ingin berlibur/mudik lebaran dan natal tidak sangat efisien pembiayaannya yang mana juga harus mendarat lewat sibolga dulu baru telda hingga bisa sampai ke Pulau Tello.
Harapan agar pemerintah dalam hal ini mendengarkan dan merasakan keluh kesah masyarakat kepulauan baik itu sentralisasi (pemerintah pusat) maupun Desentralisasi (pemerintah daerah) yang mana juga pembangunan tol laut adalah bagian dari program pemerintahan Jokowi-Jk.
Tim juga meminta konfirmasi terhadap salah beberapa dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) tentang bagaimana tanggapan mereka diantaranya serius halu dan yulinar bidaya.
Bahwasanya Serius Halu mengatakan, hal tersebut kita sudah pernah mencoba mendatangi kantor kementerian perhubungan untuk meminta agar kapal Sabuk Nusantara bisa kembali beroperasi lagi di kepulauan namun sampai saat inipun tak di realisasikan.
Yulinar Bidaya juga menambahkan pada saat itu sudah membawa permohonan saat ketemu dengan sekjennya yang membidangi sarana dan prasarana yang pada dasarnya mereka sangat sambut baik karena kita adalah kepulauan yang terisolir.
Namun saat ketemu dengan yang membidangi beliau mengatakan di nias selatan itu aga susah karena telah terjadi perampingan yang mana perhubungan itu dan pariwisata di bawah naungan kelautan dan perikanan.
“Nah sembari waktu berjalan kami ke PELNI untuk mempertanyakan bagaimana sabuk nusantara 207 sudah tidak ada SKnya lagi untuk masuk ke kepulauan nias selatan karena berhubung juga tak ada permintaan perpanjangan kontrak dari pemerintah daerah saat itu,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *