LUMAJANG, Kamis (5/3/2020) suaraindonesia-news.com – Atas beredarnya selebaran di media sosial, dari lembaga Palang Merah Indonesia (PMI) Propinsi Jawa Timur, membuat resah dan panik sebagian besar masyarakat di Kabupaten Lumajang.
Namun hal itu sudah diklarifikasi oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lumajang, dr Bayu Wibowo. Yang menurutnya, itu adalah data lama dan sudah di tindaklanjuti.
“Itu sudah tidak ada masalah, semuanya sehat kok,” kata dokter Bayu kepada media ini.
Mereka itu, kata dokter Bayu adalah eks daru Wuhan Tiongkok yang sudah di karantina selama 14 hari di Kepulauan Natuna beberapa waktu yang lalu.
“Waktu itu ada sekitar 238 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dikarantina disana, dan 65 berasal dari Jawa Timur,” bebernya.
Dikatakan lagi oleh dokter Bayu, dimohon untuk semua pihak untuk tidak resah dan panik atas berita tersebut.
Demikian informasi dan upaya Dinkes Kabupaten Lumajang untuk melokalisir dan menetralisir informasi yang meresahkan dan membuat panik ini.
“Beberapa media sudah kami berikan penjelasan secara langsung maupun lewat WA group,” paparnya.
Dari informasi yang diperoleh dari WAG, di Kabupaten Bondowoso memang benar ada 1 orang yang masuk didalam data tersebut, tetapi setelah di observasi selama 14 hari di Kepulauan Natuna dan dilakukan kunjungan rumah yang bersangkutan tidak menimbulkan gejala dan orang tersebut dinyatakan sehat oleh institusi yang berwenang dalam hal ini yaitu Kemenkes RI.
Dan sempat juga, Ketua PMI Bondowoso menyampaikan kalau sudah diklarifikasi dan konfirmasi, mengakui dan minta maaf karena surat tersebut disebarkan oleh staf PMI Propinsi, padahal mereka sudah sehat semua.
Reporter : Fuad
Editor : Amin
Publiser : Oca












