Masyarakat Diminta Laksanakan PHBS, Dimulai dari Kebiasaan Merokok

oleh -82 views
Suasana Aaat Workshop PHBS di Gedung PKK.

LUMAJANG, Jumat (13/9/2019) suaraindonesia-news.com – Diharapkan seluruh masyarakat dapat termotivasi untuk melaksanakan upaya inovatif Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam tatanan rumah tangganya, khususnya indikator tidak merokok. Masyarakat juga diharapkan bisa menerapkan solusi inovatif mengatasi masalah sampah rokok.

Harus ada penekanan, guna ikut mensosialisasikan dan menerapkan pesan dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2019 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Atas hal tersebut di atas, menurut Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Kabid Kesmas Dinkes) Kabupaten Lumajang, drg Rina Dwi Astuti MKes, pihaknya melakukan sosialisasi PHBS ini diberikan kepada petugas Promosi Kesehatan (Promkes) Puskesmas, PPD, Ketua TP-PKK, bersama Ketua 4 Kelompok Kerja (Pokja) TP-PKK, guna membekali mereka dengan solusi inovatif dalam pencapaian indikator tidak merokok di rumah tangga.

“Kegiatan ini kami lakukan untuk mendapat pengetahuan tentang upaya inovatif pengembangan PHBS di tatanan rumah tangga dari pihak Propinsi Jawa Timur,” kata drg Rina kepada sejumlah media, Jumat (13/9) pagi.

Selain itu, kata drg Rina, pihaknya mengajak masyarakat untuk bisa lebih bisa mengoptimalkan kapasitasnya dalam mengatasi sampah rokok yang ada sistem pembuatan pestisida dari tembakau.

“Yang terpenting masyarakat juga mendukung serta dapat menerapkan pesan dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2019 tentang KTR ini,” paparnya.

Sementara itu, diterangkan Kepala Dinkes Kabupaten Lumajang, dr Bayu Wibowo, kepada awak media juga menyampaikan jika pembangunan kesehatan menjadi bagian integral dan terpenting dari pembangunan nasional. Dan ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap individu di masyarakat guna mendukung perwujudan derajat keshatan masyarakat yang optimal.

“Dengan program PHBS ini akan mampu mengajarkan masyarakat untuk memulai perilaku yang sehat dalam berbagai tatanan,” kata dr Bayu.

PHBS ini kata dr Bayu juga memberikan pengalaman belajar, atau menciptakan suatu kondisi dengan membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku agar dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dalam rangka menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatannya.

“Kami selalu aktif memantau dan mengevaluasi hasil pengkajian PHBS di tatanan rumah tangga, yang pada tahun 2018 rumah tangga ber-PHBS ada sekitar 32,43 persen, masih rendah dari capaian target yaitu 59 persen, dengan katagori kurang sehat,” ungkapnya.

Prioritas masalah utama yang belum tercapai menurut dr Bayu, adalah masih tingginya masyarakat yang merokok di dalam rumah tangga. Dan ini kata dr Bayu menjadi tantangan besar bagi pemerintah, insan kesehatan maupun instansi lintas sektor terkait untuk lebih mengoptimalkan upaya dan pengembangan PHBS ini.

Roporter : Fuad
Editor : Amin
Publiser : Marisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *