Marak Pengeboman Ikan di Selat Bali, Warga Dusun Andelan Pesisir Ancam Lapor Menteri Susi

Ilustrasi

BANYAWANGI, Senin (25/2/2019) suaraindonesia-news.com — M. Ridwan, warga Sumberkencono ini mengaku sejak lama kasus pengeboman ikan di daerah pesisir pantai Andelan Sumber kencono, tepatnya di selat Bali kerap terjadi dan tak pernah kunjung selesai.

Walaupun sudah mengadu ke Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, karena di wilayahnya marak terjadi kasus pengeboman ikan. Meski sudah ditindak aparat, kasus serupa masih sering terjadi kembali.

Menurut pengakuan Ridwan, sejak lama kasus pengeboman ikan di wilayahnya kerap terjadi dan tak pernah kunjung selesai. Adapun area laut di sekitar tempat tinggal Ridwan merupakan budidaya rumput laut milik masyarakat.

“Kasus pengeboman ikan di depan sekolah kami tidak pernah selesai-selesai kasusnya,” kata Ridwan.

Ridwan mengaku sudah melapor ke kepala desa, camat, polsek, polairut, Direktorat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Dinas Perikanan Banyuwangi, TNI AL setempat bahkan sampai melayangkan surat ke bupati. Namun pihak pemda hanya sebatas dimediasi dengan stakeholder terkait. Hasilnya nihil semuanya.

“Ketua Samudera Bakti Rumah Apung Bangsring H. Ikhwan yang hadir saat mediasi tersebut pernah mengatakan bahwa pelaku pengeboman memang akan ditangkap, sebagai bukti ke atasan kalau aparat bekerja. Namun setelah itu (6-7 bulan kemudian) akan dilepaskan dan beraksi kembali,” kata Ridwan.

Diakui, rumahnya pernah didatangi pelaku pengeboman dan sedikit mengancam atas tindakan pelaporan tersebut. “Kami sangat kesulitan membedakan mana kawan dan mana lawan, karena semuanya memakai seragam aparat,” sambung Ridwan.

Ia mengungkapkan lokasi sekolah tempatnya mengajar tepat di pinggir pantai. “Saya tergabung dalam pokmaswas juga. Jadi saya dan siswa-siswa sangat terbiasa melihat aktivitas pengeboman ikan,” katanya.

Adapun masyarakat sekitar, kata dia, tidak memiliki nyali melaporkan. Bahkan terkesan senang dengan adanya pengeboman karena bisa ikut mengambil hasil ikannya. “Tokoh pengebomannya ya itu-itu saja,” tandas Ridwan.

Reporter : Harto Aksara
Editor : Agira
Publisher : Imam


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here