Marak Pencurian, Dewan Minta Poskamling Dihidupkan Lagi

Reporter : Nora/Luluk

Sampang, Suaraindonesia-news.com – Maraknya pencurian hewan dan motor yang terjadi beberapa bulan terakhir ini, membuat kalangan legislatif angkat bicara.

Wakil rakyat itu menilai selain belum maksimalnya fungsi pos keamanan lingkungan (Pos Kamling), juga aparat kepolisian Sampang, Madura, Jawa Timur, dinilai cenderung tutup mata menyikapi persoalan tersebut.

Seperti hal yang terjadi di Desa Batu Karang, Kecamatan Camplong, dimana Polsek setempat dinilai kurang memperhatikan keluhan dan laporan warga.

Anggota Komisi I DPRD Sampang Syamsuddin, mendesak Satpol-PP agar segera mengaktifkan pos Kamling yang sudah di bangun di masing-masing desa. Pos Kamling tersebut dinilai sangat penting bagi keamanan dan kenyamanan masyarakat, baik di perkotaan atupun di tingkat perdesaan.

“Kami berharap agar Pos Kampling segera diaktifkan, mengingat keberadaan Pos Kamling sangat penting untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan, serta menghindari pencurian maupun tindak kriminal lainnya,” tuturnya, kemarin.

Menurut Syamsuddin, selama ini keberadaan Pos Kamling hanya seperti pajangan saja. Padahal, salah satu fungsi dari Pos Kamling itu sebagai bentuk antisipasi dalam mencegah kegiatan yang mengarah menggangu terhadap ketertiban dan keamanan di lingkungan masyarakat.

“Miris ketika akhir-akhir ini banyak keluhan dari masyarakat yang sering kehilangan sepeda motor dan hewan ternaknya, persoalan ini perlu menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terutama Satpol PP yang juga punya kewajiban dalam menjaga ketertiban dan kemanan lingkungan,” tandasnya.

Selain itu, ia juga meminta agar aparat kepolisian lebih aktif dalam memberikan  pelayanan keamanan kepada masyarakat. Ia tidak ingin, kejadian yang sering terjadi di masyarakat perdesaan, seperti pencurian motor dan hewan, aparat kepolisian hanya cenderung tutup mata dan telinga.

“Intinya kami berharap agar Kepolisian bertindak tegas, serta mengusut tuntas actor dari di balik maraknya pencurian motor dan hewan yang terjadi di masyarakat ini,” tegasnya.

Sementara, Kepala Satpol PP Sampang Hamdani melalui Kasi Linmas Irhamna, belum bisa dikonfirmasi. Namun sebelumnya, penegak Peraturan Daerah (Perda) itu mengaku masih belum mengetahui kapan bisa mengaktifkan Pos Kamling yang ada di masing-masing kecamatan. Sebab, pihaknya masih belum menerima pemerintah dari atasannya.

“Untuk mengaktifkan Pos Kamling kami kurang tahu. Karena belum ada respon dari atasan, untuk kecamatan yang sudah siap dalam mengaktifkan Pos Kamling hanya di kecamatan Torjun. Sedangkan, untuk kecamatan lainnya masih belum ada,” jelasnya.


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here