Manfaatkan Irigasi, Guna Antisipasi kekurangan Air Bersih di Musim Kemarau

oleh -90 views
Sumur Irigasi Kelompok Tani Makmur di RT. 04/RW. 03 Dukuh Nge'got, Desa Getas, Kecamatan Cepu, Kab. Blora, Prov. Jawa Tengah.

BLORA, Selasa (16/6/2020) suaraindonesia-new.com – Camat Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Luluk Kusuma Agung Ariadi, AP mengaku sangat prihatin sekali ketika musim kemarau tiba, karena melihat kondisi rentan warga Cepu mulai kekurangan air bersih, yaitu Desa Mulyorejo dan Kelurahan Tambakromo, Kecamatan Cepu.

Guna mengantisipasi kekurangan air bersih dimusim kemarau di lingkungan Desa dan Kelurahan tersebut pihaknya akan berusaha membuat program terkait kebutuhan air bersih di lingkungan kecamatan Cepu yang menjadi titik orientasi wacana pencegahan kekurangan air bersih yaitu Desa Mulyorejo dan Kelurahan Tambakromo.

“Penciptaan program antisipasi kekurangan air bersih dimusim kemarau tersebut tujuannya untuk mencegah kekurangan air bersih saat musim kemarau, dengan demikian irigasi Desa Getas punya manfaat lain, selain untuk mengaliri sawah juga untuk kebutuhan rumah tangga jika itu diperbolehkan oleh pemerintah daerah,” kata Luluk. Selasa (16/6/2020).

Dia mengatakan bahwa dirinya akan membuat program ini untuk kepentingan warganya dimusim kemarau. Rencaannya jika kegiatan pengairan untuk kepentingan persawahan tersebut saat musim kemarau tiba di Desa dan Kelurahan dibuatkan bak-bak penampungan maka kedua Desa dan Kelurahan tersebut tidak akan kekurangan serta kuwalahan mencari air saat musim kemarau tiba.

“Saya sangat mengharapkan sekali dua wilayah Cepu yaitu Desa Mulyorejo dan Kelurahan Tambakromo jika kemarau tiba warga tidak kekurangan air bersih. Untuk itu program pengairan irigasi Desa Getas yang sumber airnya dari air Bengawan Solo bisa dimanfaatkan,” kata Luluk.

Sementara Kepala Desa Getas Sugito ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya mendukung program wacana Camat Cepu untuk pertanian dan pengairan sawah sehingga nantinya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga ketika musim kemarau di Desa Mulyorejo dan Kelurahan Tambakromo.

“Bahkan juga untuk Mandi, Cuci dan Kakus jika dibolehkan pihak pemerintah daerah guna kepentingan kesejahteraan masyarakat Cepu dimusim kemarau,” ujarnya.

Terpisah, Sutrino anggota Kelompok Tani Makmur Desa Getas yang mengelola Sumur Irigasi tepatnya di Dukuh Nge’got RT. 4/RW.03, Desa Getas salah satu sumur irigasi yang sudah beroprasi satu tahun ini yang mengairi 250 Hektar persawahan di tiga Desa. yaitu Getas, Kentong dan Kapuan dengan kapasitas mesin pendorong 150 meter perdetik.

Sementata Jazuli, ketua kelompok tani makmur membenarkan bahwa sudah satu tahun ini sumur irigasi beroprasi untuk mengairi 250 hektar sawah di tiga Desa dan sudah bisa dimanfaatkan tiga masa panen.

“Kelompok tani makmur yang beranggotakan kurang lebih 70 orang, kami akan dukung program Camat Cepu selama kita bisa membantu masyarakat dan kami juga siap melayani masyarakat,” kata Jazuli.

Menurutnya, jika program irigasi bisa dimanfaatkan masyrakat guna kepentingan persawaaan juga dapat dimanfaatkan warga Cepu yang kekurangan air bersih di musim kemarau sebagai kebutuhan rumah tangga.

Reporter : Lukman
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *