Pati, Suara Indonesia-News.Com – Gabus sudah membuktikan dirinya sebagai Sudut Desa yang intelek akan karyanya serta pelaku-pelaku seni dengan aktual kiprahnya. Belakangan ini segala ide dan gagasan yang dilangsir dalam bentuk REFLEKSI BERKARYA SAMPEK TUEK menonjolkan martabat dibelantika dunia seni yang berkibar, serta dinobatkan desa Gabus banyak pelaku seni yang terbentuk yakni dari Seni Musik, Seni Tari, Teater (seni peran), melukis serta seni Tradisional dan ezensi-esensi lainnya yang kompeten dan intelek.
Malam Puncak acara yang berlangsung Minggu, (1/11/15), di Halaman KUD Desa Gabus, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, memetik kesuksesan hingga menjadi sorotan media public dalam kompeten seni yang diharapkan bisa berkembang secara dini sejajar dengan kota-kota lainya. Langkah-langkah yang diikat dalam satu per satu membuktikan dalam kedelimaan pelaku-pelaku seni kini menebar saat digelarnya HUT TEATER GONG ke 25 ini sebagai perangkulan dari masa ke masa yang pernah vacum dalam berkarya.
Malam puncak acara tak hanya dari kiprah teaternya saja yang digelar lomba anak-anak melukis serta mewarnai yang diikuti 600 anak dalam penyerahan nominasi juara turut ada diopening acara . Kolaborasi music GONG yang sudah dirilis bertahun-tahun kini ditampilkan berkolaborasi dengan Sendra Tari dibawah komando Timbul Cs, Barongan dan Performance Gunungan wayang bersama Mentik Cs, sehingga dihalaman KUD desa Gabus penuh antusdia Warga maupun komunitas seni lainya datang memadati halaman KUD tersebut dengan maksimal 3000 pengunjung.
Mengenang sosok Penyair SOKO GURU yakni Almarhum Dwi Riyanto beriringan Lagu Nurani malam itu banyak kucuran air mata mewarnai halaman acara tersebut mengenang SANG GURU dalam kiprah karyanya tak bias dilupakan begitu saja Nampak hadir dalam solidaritasnya budayawan Anis Sholeh Ba’asyin dengan puisinya dan Sosiawan Leak Sastrawan dari Surakarta turut hadir mengisi Acara malam Puncak REFLEKSI BERKARYA SAMPEK TUEK.
Pelopor HUT Teater Gong Ke 25 tahunya REFELKSI BERKARYA SAMPEK TUE yakni Sigit Hatoko,Ihsan,S.Budi Utomo, Subur Prabowo. Art director putut P.E dan kawan-kawan. Pimpinan Musik Didik Supardi dan Wowo. Teater Waceng, Nursam dan Kawan-kaan Ide gagasan adanya peringatan ualang tahun Teater Gong ke 25 ini banyak pelaku seni yang berasal dari desa Gabus pulang kampung sehingga ide pun digagas sehingga terbentuk peringatan acara Refleksi berkarya sampai tuek terselenggara. Dari dorongan masyarakat Luas tak hanya berakhir disini saja,ini akan menjadi kegiatan rutinitas pertahunaya dan bias dikembangkan lagi yang lebih meriah.(Pung).












