KOTA BOGOR, Selasa (25/11) suaraindonesia-news.com — Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menjaga kebersihan, kelestarian, dan keindahan lingkungan di Kota Bogor. Hal ini disampaikannya pada Malam Anugerah Bogorku Bersih di ICC Botani Square.
Dalam sambutannya, Dedie Rachim menyebut bahwa gerakan masyarakat Bogor dalam menjaga kebersihan merupakan langkah luar biasa dan berhasil membangun gerakan Bogorku Bersih.
“Sudah 10 tahun berjalan. Semua orang Bogor pasti cinta kebersihan dan cinta keindahan. Dua kekuatan besar ini, masyarakat dan birokrasi, adalah modal utama kita,” ujarnya.
Dedie juga menyinggung keberlanjutan pengelolaan sampah di Kota Bogor yang ke depan diarahkan pada pemanfaatan sampah menjadi energi listrik melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Kota Bogor, kata dia, berada pada peringkat pertama dari lima daerah prioritas karena dinilai paling siap.
“Kenapa Bogor berada di peringkat pertama? Karena semua proses ini bukan kebetulan. Lahannya sudah siap, manajemen pengelolaan sampahnya berjalan, dan yang terpenting masyarakatnya hadir dan sadar. Kita sudah memenangkan Adipura dua kali. Insyaallah, tahun ini kita rebut lagi Adipura. Kita berdoa bersama,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa proses panjang menuju pembangunan fasilitas Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) ini tidak terjadi secara instan, melainkan melalui kolaborasi banyak pihak. Upaya ini selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan Indonesia bebas sampah pada 2029, dengan Bogor Raya menjadi wilayah pertama yang mendapatkan pembangunan fasilitas PSEL.
“Tentu saja ini tidak mudah diwujudkan tanpa kolaborasi DPRD, akademisi, perguruan tinggi, masyarakat, para tokoh, serta unsur TNI dan Polri. Saat ini kita sedang memfinalisasi lokasi PSEL atau waste to energy,” katanya.
Penanggung jawab Bogorku Bersih, Nihrawati, turut menyampaikan bahwa Bogorku Bersih merupakan perjalanan panjang hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kota Bogor, media sebagai penyelenggara, akademisi, perguruan tinggi, DPRD, hingga komunitas penggerak.
“Kegiatan ini bisa terlaksana hampir setahun penuh karena keterlibatan banyak pihak, termasuk komunitas penggerak,” ujarnya.
Ia berharap momen Malam Anugerah Bogorku Bersih menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi menjaga kebersihan kota.
“Untuk para peserta, selamat atas kemenangan hari ini. Mudah-mudahan mampu menularkan semangat ini ke RT lain di sekitarnya. Untuk sekolah, semoga ini menjadi awal dari keberlanjutan upaya kita menjadikan Bogor yang kita cintai ini lebih bersih lagi,” tambahnya.













