SUMENEP, Kamis (03/05/2018) suaraindonesia-news.com – Ambruknya jembatan utama di Dusun Panggung, Desa Pakamban Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur pada Selasa (13/03) lalu, telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa.
Kini ambruknya jembatan tersebut dipertanyakan dan warga setempat minta untuk secepatnya dilakukan perbaikan. Disamping menghindari bertambahnya jatuhnya korban, akses jembatan ini merupakan satu-satunya pilihan buat warga untuk keluar desa.
Disisi lain menurut keterangan warga setempat sebagaimana yang disampaikan Shidqi (23) kepada awak media ini. Kondisi jembatan ambruk ini telah berlansung sekitar 2 bulan lamanya. Ironisnya pemerintah belum bergeming untuk memperbaiki, kendati sering diusulkan oleh masyarakat.
“Ya, saya pikir, kondisi ini tidak mendapat perhatian serius dari Pemkab Sumenep. Bahkan mereka tidak bergeming, walau beberapa hari ini ada warga yang terpeleset jatuh ke dalam sungai karena lupa bahwa jembatan ini ambruk,” kata Shidqi melalui sambungan selulernya, Kamis (03/05) siang.
Padahal, tambah aktivis PMII Pamekasan ini, dari segi survei, perencanaan dan lain sebagainya yang sudah dilakukan pemerintah untuk perbaikan jembatan dimaksud sudah pasti tidak bakal mengalami kesulitan.
“Karena anggaran perbaikan jembatan pasti melalui APBD ataupun APBN, nah kenapa anggaran ini seakan di plot disana, ini perlu kita bertanya. Padahal warga telah sering mengusulkan agar jembatan ini segera diperbaiki,” tegas Shidqi.
Ditempat terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Sumenep, Edy Rasyadi menyampaikan bahwa langkah pemerintah setempat sudah ada. Namun, pihaknya mengaku masih menunggu turunnya anggaran.
“Kenapa hal itu lama untuk dilakukan perbaikan, karena masih menunggu selesainya proses lelang. Sedangkan anggarannya diperkirakan sekitar 300jt. Jadi, mudah-mudahan bulan ini sudah ada persetujuan dan kita akan segera eksekusi,” terangnya.
Lanjut Edy, perihal jatuhnya korban jiwa akibat jembatan ambruk tersebut, dimungkinkan karena faktor manusianya yang kurang hati-hati.
“Iya karena disitu (jembatan,red) sudah dikasih peringatan larangan lewat, dan pada waktu kejadian ambruknya jembatan, kita bekerjasama dengan BPBD beserta unsur TNI sudah membuatkan jalan alternatif untuk pengganti akses jalan warga setempat,” tukasnya.
Reporter : Syaiful
Editor : Amin
Publisher : Imam












