Mahasiswa Soroti Dana Kapitasi 21,5 Miliar Yang Tak Jelas Penggunaanya

Puluhan Mahasiswa PMII Saat Berorasi Di Dinkes Sampang

SAMPANG, Suara Indonesia-News.Com– Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sampang, kembali melakukan aksi unjuk rasa mendatangi Kantor Dinas Kesehatan setempat.

Aksi para mahasiswa tersebut dalam rangka menyoroti pelaksanaan dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di 21 puskesmas se-Kabupaten Sampang dengan total anggaran Rp 21.569.342.000 (21,5 miliar) tahun 2014. Mereka menduga ada kejanggalan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut yang berujung adanya korupsi.

Syaifullah ketua PMII Cabang Sampang mengatakan, ada beberapa kejanggalan dengan pelaksanaan dana kapitasi di 21 Puskesmas di kabupaten Sampang, mulai dari belanja barang yang berupa obat-obatan, perlengkapan kantor puskesmas dan jasa pelayanan kesehatan.

“Kami sudah melakukan beberapa kajian terkait pelaksanaan dana kapitasi yang nilainya cukup fantastik hingga Rp 21 miliar, bahkan beberapa waktu lalu BPK provinsi Jawa Timur nomor 74.B/LHP/XVIII.SBY/05/2015, Tanggal 21 mei 2015, menemukan kelebihan 60 persen penggunaan pembayaran jasa pelayanan kesehatan dan hal itu melanggar Perbub,” jelasnya, Senin (21/09/2015).

Hal senada juga diungkapkan Zainal koordinator lapangan (koorlap) dalam orasinya, “Sangat miris sekali masyarakat miskin di kabupaten sampang hanya dijadikan alat untuk memperkaya diri oleh oknum Dinas Kesehatan, seharusnya mereka (masyarakat miskin. red) dengan dana Rp 21 miliar yang bersumber dari APBN tersebut sudah cukup untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis, tapi kenyataannya tidak,” ucapnya di depan kantor Dinkes.

Setelah 30 menit akhirnya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang Dr. Firman PriaAbadi keluar menemui para pendemo, dia menjelaskan bahwa temuan BPK provinsi jawa timur tentang kelebihan penggunaan dana 60 persen itu memang benar adanya dan dia mengakui bahwaitu murni kelalaian pihaknya karena salah dalam perencanaan

“Terimakasih kami sampaikan kepada sahabat-sahabat PMII yang telah mengkritisi kami,temuan BPK dan semua yang disampaikan oleh sahabat-sahabat PMII itu benar, semua itu semata-mata karena kelalaian kami yang salah dan lemah dalam perencanaan,” ucapnya.

Diakui Firman, bahwa pihaknya beranggapan anggaran untuk BPJS tersebut tiap bulannya itu tetap akan tetapi pada kenyataannya tidak. Tiap bulannya berubah, ada yang meninggal danada ada pendaftar baru sedangkan anggaran untuk itu disesuaikan dengan jumlah pengguna jaminan kesehatan.

“Kami anggap anggaran itu tiap bulannya tidak berubah, ternyata berubah,” ujarnya.

Sontak para pedemo tidak terima dengan yang diutarakan Firman, karena menurutnya dengan kesalahan itu pihak Dinas Kesehatan dalam hal ini kepala dinas sudah tidak mampu memimpin dan harus dicopot. Sahabat-sahabat dan masyarakat Sampang tadi kepala dinas kesehatan yang terhormat Bapak Firman sudah mengakui bahwa kesalahan itu murni dari pihaknya maka jelas dia sudah tidak mampu memimpin dinas kesehatan di kabupaten Sampang ini.

“Kami meminta yang terhormat bapak Firman untuk mundur dari jabatanya, dan kami akan melaporkan ke Kejaksaan Sampang karena ini jelas ada indikasi korupsi,” tegas Abd. Hamidsalah satu orator.

Pantauan dilapangan, Aksi sempat memanas ketika para pedemo mencoba untuk membakar semua poster dan spanduk di depan kantor dinas kesehatan, Namun hal tersebut dilarang olehpihak aparat. Hingga akhirnya para pedemo diminta mundur oleh koorlap dan mereka membubarkan diri dengan tertib. (nor/luk).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here