Mahasiswa Gempar, Tabur Bunga Dan Do’a Bersama Di Lokasi Kecelakaan Maut

Mahasiwsa Gempar Saat Melakukan Aksi Tabur Bunga Dilokasi Kecelakaan Maut

SUMENEP, Suara Indonesia-News.Com – Tiga mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Proaksi dan Revolusi (Gempar) melakukan aksi Tabur bunga dan do’a bersama di Jalan dr. Wahidin Tepat di simpang empat, Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur, Selasa (5/5/2015). yang merengut nyawa Syarif Hidayatullah (13), salah satu siswa sekolah swasta (MTs) di Sumenep

Aksi yang mereka lakukan dengan tujuan untuk mendo’akan salah satu korban yang meninggal karena di duga disebabkan pihak satlantas dalam melakukan operasi.

“Aksi kali ini bertujuan sebagai ucapan do’a kepada salah satu korban yang meninggal lantaran pihak satlantas dalam melakukan sebuah operasi, kami sebagai warga sumenep sangat miris ketika melihat kinerja satlantas,” Kata Mahfud Amin Mahasiswa Gempar, Seusai Do’a bersama dan tabur bunga di lokasi kecelakaan, Selasa (5/5/2015).

Mahasiwsa Gempar Usai Melakukan Aksi Do'a Bersama Dilokasi Kecelakaan Maut
Mahasiwsa Gempar Usai Melakukan Aksi Do’a Bersama Dilokasi Kecelakaan Maut

Menurut Amin, ini perlu dipertegas oleh pihak kapolres dalam menangani beberapa kasus yang sudah terjadi, kejadian ini bukan hanya satu atau dua kali saja, kejadian ini juga pernah menimpa salah satu warga ganding dan sampai saat ini belum ada kejelasan dari pihak kapolres,teganya.

Masih menurut Amin, Maka dari itu kami selaku masyarakat sumenep sangat miris ketika ada kejadian seperti ini.

“Kami berharap kepada kapolres agar segera menuntaskan beberapa kasus khususnya kasus yang telah terjadi 4 hari yang lalu,”Harapnya.

Ditambahkan,  jika kasus ini tidak ada tindak lanjut, maka kami selaku mahasiswa akan menuntut pihak kapolres dalam waktu dekat, Tegasnya.

Dalam solidaritas tersebut, selainn mereka tabur bungan dan do’a bersama, mereka juga membawa poster salah satunya bertuliskan, “Adili Satlantas Kab. Sumenep Yang Menyebabkan Kecelakaan Maut”, dan “Tegakkan Hukum Terhadap Rakyat Kecil”.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kecelakaan terjadi di Jalan Wahidin Tepat di simpang empat, Jalan dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota, terjadi tabrakan keras dengan mobil warna putih nopol M 414 AH, yang dikemudikan Fahrur Rozi, warga Kelurahan Bangselok, Kecamatan Kota Pajagalan Sumenep, Madura, Jawa timur.

Korban tewas di tempat kejadian perkara (TKP). Sedangkan yang dibonceng juga kritis dan dilarikan ke rumah sakit daerah setempat. Kondisi mobil bagian pintu kanan depan rusak parah.

kecelakaan merengut nyawa Syarif Hidayatullah (13), salah satu siswa sekolah swasta (MTs) di Sumenep, dimana korban membonceng Nur Khalis Ajib (9) hendak ke warung internet (warnet).

Korban mengemudikan motor Nopol M 5813 C membonceng temannya, Nur Khalis Ajib (9) warga Desa Matanair, Rubaru, Kamis (30/4/2015).

Diduga korban menghindar dari kejaran petugas Lantas Polres Sumenep karena tidak menggunakan helm.

Akibatnya, korban menabrak mobil warna putih nopol M 414 AH, yang dikemudikan Fahrur Rozi, warga Kelurahan Bangselok, Kecamatan Kota.

Korban tewas di tempat kejadian perkara (TKP). Sedangkan Nur Khalis Ajib (9) teman yang dibonceng korban juga kritis dan dilarikan ke rumah sakit daerah setempat. Kondisi mobil bagian pintu kanan depan rusak parah.(Zaini).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here