Mahalnya Dikubur di Pulau Mandangin

oleh -163 views
Foto : Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Pulau Mandangin, sudah penuh. Bahkan ada yang terpaksa di makamkan dalam satu liang kubur. Karena lahan milik warga yang dijadikan tempat pemakaman harus bayar Rp 1,5 juta. (Foto: Nora/SI).

SAMPANG, Jumat (4/6/2021) suaraindonesia-news. com – Hidup di pulau terpencil dan berada di tengah laut seperti pulau Mandangin, tidak mudah. Semua serba sulit dan mahal, baik secara ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Bahkan, untuk pemakaman harus dengan biaya mahal. Seperti yang terjadi di pulau Mandangin, biaya pemakaman masyarakat mencapai Rp 1,5 juta.

Informasi yang diterima suaraindonesia-news.com, dari tokoh pemuda setempat H. Yudik, mahalnya biaya pemakaman di pulau Mandangin, karena Tempat Pemkaman Umum (TPU), sudah penuh dan tidak dapat di tempati lagi. Bahkan, ada yang di makamkan dalam satu liang kubur untuk mendapatkan tempat pemakaman.

H. Yudik menjelaskan, saat ini warga untuk mendapatkan tanah kuburan harus membeli ke tanah warga yang dijadikan tempat pemakaman dengan membayar Rp 1,5 juta. Bagi warga yang punya uang tidak masalah. Tapi, bagi warga miskin menjadi problema yang sangat pelik dan kasihan.

“Menyikapi masalah tempat pemakaman umum (TPU) yang sudah penuh di pulau Mandangin, saya berharap ada solusi terbaik dari Pemkab Sampang, untuk membantu masyarakat menyediakan tempat pemakanan umum (TPU) baru. Karena masyarakat tidak mampu jika harus membeli tempat pemakaman dengan harga Rp 1,5 juta,” terangnya.

Kades Pulau Mandangin H.Syaiful Anam, saat dikonfirmasi melalui jaringan telepon selulernya, membenarkan adanya harga pemakaman senilai Rp 1,5 juta, karena lahan pemakaman umum untuk warga sudah mulai habis.

Masih menurut Syaiful Anam, dengan adanya lahan tanah kosong di ujung timur pulau Mandangin, yang saat ini dikontrak oleh perusahaan migas, saya mohon pada Pemkab Sampang, untuk di kembalikan lahan tanah tersebut ke aset desa, agar bisa dimanfaatkan untuk Tempat Pemakaman Umum (TPU), masyarakat pulau Mandangin.

“Lahan kosong di ujung timur pulau Mandangin, yang dikontrak oleh perusahaan Migas, informasi yang diterima, sebelum kami menjadi Kepala Desa. Dan, lahan kosong itu satu-satunya tanah milik desa dan sangat di butuhkan oleh msayarakat pulau Mandangin untuk Tempat Pemakaman Umum (TPU),” pungkasnya.

Reporter : Muh. Nora
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *