BALIKPAPAN, Rabu (18/2) suaraindonesia-news.com – Guna memastikan kelancaran transaksi masyarakat di bulan Ramadan dan Idulfitri 1447 H, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan menyiapkan penukaran uang rupiah melalui program SERAMBI (Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri) 2026.
Mengusung tema “Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah”, program ini resmi dibuka oleh Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi, pada Rabu (18/2).
Robi Ariadi menegaskan komitmen Bank Indonesia menyediakan Uang Layak Edar (ULE) yang higienis dan berkualitas bagi masyarakat. Pada tahun ini, BI Balikpapan menyiapkan dana sebesar Rp2 triliun, angka yang meningkat 11% dibandingkan tahun sebelumnya (Rp1,8 triliun).
“Peningkatan jumlah uang tunai ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi di wilayah kerja kami, yakni Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Kabupaten Paser,” jelas Robi.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, SERAMBI 2026 mengedepankan digitalisasi melalui penggunaan aplikasi PINTAR (Penukaran dan Tarik Uang Rupiah). Masyarakat diimbau melakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui laman https://pintar.bi.go.id yang akan mulai dibuka pada 13 Maret 2026.
“Penggunaan aplikasi PINTAR bertujuan untuk memberikan kepastian layanan, mengurangi antrean panjang di lokasi, serta memastikan distribusi rupiah yang lebih merata dan efisien,” tambahnya.
Untuk menjangkau masyarakat luas, BI bersinergi dengan perbankan, Pegadaian, dan Perbarindo dengan menyediakan total 213 titik lokasi penukaran. Secara keseluruhan, telah disiapkan sebanyak 26.620 paket penukaran uang rupiah.
Periode penukaran dibagi menjadi dua tahap, yakni pada periode I dimulai 18 – 27 Februari 2026, dan periode II dimulai 1 – 15 Maret 2026.
Rangkaian pembukaan acara ini juga ditandai dengan pelepasan armada mobil kas keliling milik BI dan perbankan yang akan menyisir lokasi-lokasi strategis di Balikpapan, PPU, dan Paser. Selain kas keliling, masyarakat juga bisa memanfaatkan layanan penukaran terpadu dan loket di kantor bank umum.
Di samping menyediakan uang tunai, Bank Indonesia terus mendorong masyarakat untuk beralih ke transaksi digital seperti QRIS dan internet banking. Namun, bagi masyarakat yang tetap menggunakan uang tunai, BI menekankan pentingnya kampanye Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.
Masyarakat diajak untuk merawat uang rupiah dengan metode 5J (Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan diremas, Jangan distapler, dan Jangan dibasahi) serta selalu waspada terhadap peredaran uang palsu dengan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang).
“Rupiah bukan sekadar alat bayar, tapi simbol kedaulatan bangsa. Kami juga mengimbau masyarakat untuk bijak berbelanja sesuai kebutuhan selama Ramadan dan lebih mengutamakan produk dalam negeri atau UMKM nasional,” pungkas Robi.












