LSM GPN Nilai Kegiatan Tak Jaga Jarak, Langgar Inpres dan Perbup Disiplin dan Penegakan Hukum Prokes Covid-19

oleh -237 views
Foto : Para pejabat teras Sampang saat berfoto bersama usai acara pelantikan Ketua dan Pengurus KONI Sampang periode 2020--2024, di halaman Pendopo Agung Trunojoyo Sampang tanpa menjaga jarak di masa pandemi Covid-19. Sehingga, mendapat sorotan tajam dari aktivis LSM GPN Rolis Sanjaya. (Foto: Nor/SI).

SAMPANG, Selasa (19/1/2021) suaraindonesia-news.com – Pelanggaran disiplin pada sesi foto bersama pengurus KONI dan para pejabat teras Sampang, dengan mengindahkan protol kesehatan menjaga jarak di masa pandemi Covid-19, terus bergulir dan menjadi perbincangan hangat di masyarakat Sampang. Karena yang melakukan pelanggaran disiplin prokes tersebut para pejabat teras Sampang.

Ketua LSM Generasi Peduli Negeri (GPN) Rolis Sanjaya mengatakan, acara foto bersama pejabat teras Sampang usai pelantikan Ketua dan Pengurus KONI Sampang periode 2020-2024, dengan mengindahkan protokol kesehatan menjaga jarak dimasa pandemi Covid-19, melanggar Impres Nomor 6 Tahun 2020 Perbup Sampang Nomor 53 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan Covid-19.

Ditegaskannya, dalam Impres Nomor 6 dan Perbup Sampang Nomor 53 Tahun 2020 sudah sangat jelas dan tegas mengatur penerapan disiplin dan penegakan hukum prokes di masa pandemi Covid-19, tapi mengapa aturan tersebut dilanggar sendiri oleh para pejabat teras Sampang, yang seharusnya memberi contoh baik pada masyarakat dalam rangka memutus rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19.

“Saya sangat prihatin dan sedih atas ketidak disiplinan dalam penerapan protokol kesehatan tersebut, karena akan menjadi contoh atau presiden buruk di masyarakat Sampang. Jadi, jangan salahkan masyarakat jika ikut melanggar aturan prokes yang ada. Akibatnya, sangat sulit untuk memutus rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19 di wilayah Kabupaten Sampang,” pungkasnya.

Dilain sisi lanjut Rolis Sanjaya, ada masyarakat yang melanggar protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19, aturan prokes benar-benar ditegakkan dan dilaksanakan. Seperti yang terjadi pada H. Zainuddin, warga Desa Prajjan Kecamatan Camplong Sampang, harus menjalani tindak pidana ringan (Tipiring) di Pengadilan Negeri Sampang, karena dianggap melanggar Impres Nomor 6 dan Perbup Sampang Nomor 53 Tahun 2020.

“Mari beri contoh yang baik pada masyarakat, jangan hanya masyarakat diharuskan menjalankan dan menerapkan protokol kesehatan sesuai aturan yang ada di masa pandemi Covid-19 ini. Jika memang ingin memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19 di wilayah Kabupaten Sampang. Kasihan masyarakat yang selalu was-was dan ketakutan dengan adanya pandemi Covid-19 dan ketakutan terkena penegakan disiplin dan aturan hukum protokol kesehatan,” himbaunya prihatin.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua LSM GPN Rolis Sanjaya, mengecam acara pelantikan Ketua dan Pengurus KONI Sampang periode 2020-2024, yang dilaksanakan di halaman Pendopo Agung Trunojoyo Sampang yang dihadiri para pejabat teras Sampang. Sebenarnya acara tersebut sudah menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19, tapi sangat disayangkan pada sesi foto bersama protokol kesehatan dilanggar dengan tidak menjaga jarak.

Sekedar diketahui, pandemi Covid-19 telah berlangsung selama 9 bulan lebih, kebiasaan baru masyarakat telah lahir dan wajib dipatuhi oleh setiap warga negara yaitu protokol kesehatan dengan jargon “3M” dan tagar #ingatpesanibu. Ada baiknya disiplin ini didukung oleh pemerintah daerah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, sehingga masalah Covid-19 cepat selesai dan kembali pada kehidupan normal.

Reporter : Nora
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *