LSM Geumaseh Tanggapi Sanggahan Wakil Bupati Aceh Timur Terkait Dugaan Kekerasan Terhadap Perawat

oleh
Faidhil Ketua LSM Geumaseh.

BANDA ACEH, Minggu (15/12/2019) suaraindonesia-news.com – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Geumaseh menilai Klarifikasi yang disampaikan oleh Wakil Bupati Aceh Timur di beberapa media daring terkait sangkalan dugaan perilaku kekerasan fisik terhadap salah satu perawat di RSUD SAAS Peureulak Aceh Timur pada minggu 9/12 lalu, menunjukkan Wakil Bupati sudah membenarkan semuanya apa yang beredar di berbagai media.

Menanggapi sanggahan Wakil Bupati Aceh Timur Syahrul Bin Syamaun Ketua LSM Geumaseh, Faidhil kepada media mengatakan, bahwa klarifikasi orang nomor dua di Aceh Timur tersebut sudah membenarkan kejadian itu terjadi, beberapa pernyataan wabup singkron dengan kronologi kejadian yang beredar.

“Pengakuan terhadap kasus, beliau sudah memastikan bahwa beliau ada di TKP dan ada kasus yang terjadi, sebagai seorang pemimpin bersikaplah ksatria, jika memang salahmari akui dan minta maaf,” Ujar Faidhil.

Menurutnya, Geumaseh sudah mengaitkan beberapa tanggapan bapak Wakil Bupati dengan kronologi yang beredar diantaranya terkait Wakil Bupati dalam kondisi sesak nafas tapi tidak tersedia oksigen di tempat tersebut.

“Ya seperti beliau sesak dan tidak tersedia oksigen di ruangan tersebut, kemudian menunggu 30 menit, ini sangat singkron dengan info kronologi yang beredar, jadi tidak perlu di sembunyikan lagi,” sambung Faidhil.

Faidhil juga menambahkan, pada pernyataan lain Wakil Bupati mengatakan petugas medis seperti lupa tupoksinya masing-masing namun Geumaseh malah mempertanyakan kenapa Wakil Bupati yang kabarnya masuk RS tanpa melalui IGD ?.

“Ketika beliau berbicara petugas tak paham tupoksinya malah kita heran seorang Wakil Bupati tidak paham SOP masuk ke Rumah Sakit, seharusnya jalur masuk ke Rumah Sakit cuma ada 2 cara, jika tidak melalui Poliklinik ya melalui Instalasi Gawat Darurat, sedangkan beliau tanpa melalui keduanya. Ini kan aneh, pak Wakil tidak tau SOP kok berbicara tupoksi,” tutup Faidhil.

Seperti diberitakan sebelumnya, Perawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Abdul Azis Syah Peureulak Ns Fani Adi Riska, Amd. Kep. Diduga menjadi korban kekerasan yang di duga di lakukan oleh Wakil Bupati Aceh Timur resmi laporkan ke Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Aceh melalui PPNI Aceh Timur 10/12 dengan nomor : 0022/DPK/PPNI.RSUDSAAS/XII/2019.

Laporan ke PPNI terkait dugaan kuat perilaku kekerasan dan pelecehan terhadap petugas perawat di RS Abdul Azis Syah Peureulak terjadi pada Minggu malam (9/12).

Menurut Fani, Kejadian ini berawal dari kedatangan seorang pasien ke kamar kelas 1 yang di duga pasien tersebut Syahrul Syamaun yang notabene Wakil Bupati Aceh Timur.

“Saya ditendang secara tiba-tiba di bagian perut hingga terjatuh terduduk di atas ranjang pasien saat hendak memeriksa dan memasang  oksigen,” ungkap Fani Adi Riska.

Fani menceritakan kronologi kejadian di awali pada pukul 19.30 WIB, datang seorang perempuan yang di duga istri Wakil Bupati Aceh timur ke ruang rawat kelas 1 menanyakan kepada perawat ada tidak kamar kosong karena pak Wabup sakit dan sedang menuju ke Rumah sakit. Perawat (Ismaturrahmi, Amd. Kep dan Sri Wahyuni, Amd.Kep) yang berdinas  menjawab bahwa saat ini tidak ada kamar kosong.

“Selang waktu 5 jam datang seorang pasien dengan kepala di tutup menggunakan ambal langsung menuju ke ruang kelas 1 tanpa melalui IGD sedang istri Wabup masuk melalui IGD, tapi tanpa ada informasi apapun kepada petugas piket,” kata Riska.

Perawat piket ketika mengetahui yang datang adalah orang nomor 2 di Aceh Timur langsung menghubungi Fani Adi Riska selaku ketua tim ruangan kebetulan tidak berada di RS karena tidak ada jam dinas.

“Saat di hubungi oleh perawat langsung saya perintahkan periksaan fisik untuk mengetahui riwayat penyakit nya, karena  pasiennya adalah pejabat/wabup saya langsung menuju rumah sakit untuk melihat dan melakukan pengecekan, apalagi setelah di periksa pak Wabup mengalami sesak nafas, sehingga saya berinisiatif mengambil tabung oksigen, setelah saya bawa oksigen saat saya ingin memasang nya, saat itu saya di tendang,” ungkap nya.

Reporter : Masri
Editor : Amin
Publisher : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *