Sejumlah LSM Dukung Aparat Ungkap Kasus Penyebar Logo PKI

Foto Ketua LSM Gapera, Sekjen LSM Lasbandra dan Wakil ketua LSM Gasak Kabupaten Sampang

Reporter : Nora/Luluk

Sampang, 27/07/2016 (Suaraindonesia-news.com) – Jika sebelumnya Pemkab Sampang melalui Wabup Fadhilah Budiono, meminta dan mendukung aparat penegak hukum untuk mengusut dan mengungkap pelaku penyebar logo Partai Komunis Indonesia (PKI) dibeberapa titik di wilayah Kelurahan Gunung Sekar Kecamatan Sampang, kali ini dukungan pengungkapan penyebar logo PKI yang merupakan organisasi terlarang di Indonesia, datang dari kalangan lembaga swadaya masyarakat (LSM) Kabupaten Sampang.

Lembaga LSM Kabupaten Sampang, yang memberi dukungan pada pihak aparat penegak hukum untuk mengusut dan mengungkap pelaku penyebar logo PKI tersebut yaitu, LSM Gerakan Peduli Rakyat (Gapera), LSM Laskar Pemberdayaan Masyarakat (Lasbandra), dan Gabungan Aktivis Suramadu Anti Korupsi (Gasak). Ketiga LSM ini dengan tegas meminta dan mendukung aparat penegak hukum untuk mengusut dan mengungkap pelaku penyebar logo PKI di wilayah kota Sampang.

“Organisasi PKI adalah organisasi terlarang di Indonesia dan NKRI merupakan harga mati bagi seluruh rakyat Indonesia. Kabupaten Sampang adalah kota Ponpes dan santri, selama ini masyarakat Sampang sudah hidup tenang dan damai. Jadi siapapun orangnya, jangan mencoba untuk membangkitkan organisasi terlarang PKI di wilayah Kabupaten Sampang, karena pasti akan ditolak dan di tentang oleh seluruh elemen masyarakat Sampang,” tegas Sekretaris LSM Gapera, Yepi Dridaryanto, di dampingi pengurus LSM Gasak dan Lasbandra Sampang, Rabu (27/7/2016).

Untuk itu, Sekjen LSM Lasbandra Sampang, Rifai meminta dan mendukung aparat penegak hukum untuk mengusut dan mengungkap siapa dalang atau pelaku penyebar logo PKI yang bergambar palu dan arit di enam titik dalam wilayah Kelurahan Gunung Sekar Kecamatan Sampang.

“Kami mendukung aparat penegak hukum untuk mengusut dan mengungkap dalang pelaku penyebar logo PKI di wilayah kota Sampang. Kami berharap pelaku segera terungkap. Sehingga ketahuan apa mitif dan tujuannya menyebar logo PKI. Sehingga, meresahkan masyarakat kota Sampang,” terang Rifai.

Sementara Wakil Ketua LSM Gasak, Sairi dengan tegas menolak organisasi PKI ada di Kabupaten Sampang. Dia juga meminta dan mendukung aparat penegak hukum untuk mengusut dan mengungkap pelaku penyebar logo PKI.

“Saya berharap dalang atau pelaku penyebar logo PKI di wilayah kota Sampang segera terungkap dan tertangkap oleh pihak kepolisian,” pinta Sairi.

Sebab, lanjut Sairi, akibat ulah pelaku menyebar logo PKI, masyarakat kota Sampang khususnya wilayah Kelurahan Gunung Sekar menjadi resah. Sebab, masyarakat menilai di dalam wilayah kota Sampang ada generasi Partai Komunis Indonesia (PKI).

Ungkapan senada juga dilontarkan Ketua LSM Gapera yang juga Penasehat PWI Kabupaten Sampang, Muhammad Nora, SE. Menurutnya dalam kasus penyebaran logo organisasi terlarang PKI di dalam wilayah kota Sampang, sangat meresahkan masyarakat yang selama ini sudah hidup tenang dan damai.

“Aparat penegak hukum harus mengusut kejadian ini dan mengungkap pelakunya. Karena akibat kejadian beredarnya logo PKI di beberapa titik dalam kota Sampang, cukup meresahkan masyarakat yang selama ini hidupnya sudah damai dan tentram,” jelas Nora.

Menurut Nora, jika kasus penyebar logo PKI ini tidak terungkap, maka tidak menutup kemungkinan dilain waktu kejadian serupa akan terulang lagi.

“Kejadian beredarnya logo organisasi terlarang PKI jangan sampai terulang lagi. Untuk itu, saya berharap pihak aparat penegak hukum segera mengungkap pelakunya,” tandasnya.

Seperti diberitakan, warga Kabupaten Sampang, Senin (25/7/2016), geger dengan munculnya lambang Partai Komunis Indonesia (PKI) yang terjadi pada enam titik. Semuanya, muncul di dua Kelurahan, yakni di Kelurahan Karang Dalam dan Kelurahan Gunung Sekar.

Enam titik munculnya lambang dan nama partai terlarang di Indonesia ini, berupa gambar logo palu arit, yang ditulis oleh orang mistrius dengan menggunakan cat warna  warna merah.

Enam titik munculnya gambar lambang PKI tersebut, rata-rata pada tembok rumah milik warga. Diantaranya, muncul pada tembok perumahan yang pertama, milik inisial MM alamat jalan Pramuka Kelurahan Gunung Sekar, kedua tembok rumah milik inisal AS alamat jalan Pramuka Kelurahan Gunung Sekar, ke tiga tembok rumah seorang polisi inisal HD alamat jalan Selong permai Kelurahan Gunung Sekar.

Selanjutnya ke empat, tembok rumah milik inisial AB, alamat Selong Permai Kelurahan Gunung Sekar, ke lima, tembok pagar TK Negeri Pembina alamat jalan Selong Permai Kelurahan Gunung Sekar, ke enam tembok tempat duduk depan rumah mantan Bupati Sampang alamat Selong Permai Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here