GROBOGAN, Senin (26/05) suaraindonesianews.com – Lembaga Pendidikan Ketrampilan Siswa (LPKS) Sakura-Purwodadi, memberikan bantahan dan sanggahan atas berita terkait calon Pekerja Migran Indonesia (PMI), yang sedang belajar bahasa di lembaga tersebut.
Direktur Utama LPKS Sakura-Purwodadi, Alip Masrikan, dengan tegas membantah dan menyanggah isi pemberitaan yang tayang di media ini, kemaren, Minggu (25/05), dengan judul ‘Sudah Dipungut Beaya dan Menunggu 1 Tahun, Calon PMI dari LPK Sakura Purwodadi Resah’.
“Intinya, semua itu bohong. Tuduhan itu tidak berdasar. Silakan cek di lapangan. Bahkan, kemaren kami memberangkatkan 5 calon pekerja ke Jepang”, tegas Alip Masrikan, dikonfirmasi media ini melalui telepon selularnya, Senin (26/05/25).
Terkait narasi adanya penahanan ijazah para calon pekerja migran, ia menjelaskan bahwa itu dipersyaratkan sejak awal pendaftaran, guna pengisian data.
“Tidak ada penahanan ijazah. Itu dititipkan dulu selama waktu pendaftaran. Bisa diambil lagi”, jelasnya.
Bahkan untuk membantu calon pekerja migran itu, pihaknya menyediakan dana talangan, yang merupakan hasil MoU (kerja sama) antara lembaga yang dipimpinnya dengan pihak perbankan.
Alip Masrikan menyebut, sudah sejak 2022, LPKS Sakura memberangkatkan calon pekerja ke Jepang. Dan saat ini, terdapat ratusan siswa yang menunggu giliran diberangkatkan.
Kepada pihak-pihak yang ingin mendapatkan informasi terkait keberadaan LPKS Sakura-Purwodadi, Alip Masrikan mempersilakan datang atau berkunjung ke kantornya.
Bantahan dan sanggahan ini sekaligus merupakan pemenuhan hak jawab oleh Alip Masrikan selaku Direktur Utama LPKS Sakura, yang berlokasi di Kelurahan Kuripan Rt.03/13, Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan.













