Lomba Membuat Jaran Bodhag, Upaya Pelestarian Dan Pengelolaan Keragaman Budaya, Sejarah Dan Tradisi Kota Probolinggo

oleh -365 views
Novi Bayu Wardhani Kasi Sejarah Dan Tradisi Dinas Pendidikan Kota Probolinggo memberikan hadiah dan tropy kepada peserta pemenang lomba membuat jaran bodhag tahun 2020, Rabu (25/11/20).

PROBOLINGGO, Rabu (25/11/2020) suaraindonesia-news.com – Dalam rangka pelestarian dan pengelolaan keragaman budaya khususnya pembinaan sejarah dan tradisi di Kota Probolinggo, Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo melalui Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Disdikbud) menggelar lomba membuat Jaran Bodhag yang merupakan kesenian khas masyarakat kota probolinggo yang hingga saat ini tetap dilestarikan keberadaannya.

Lomba diikuti oleh beberapa kategori, yaitu SD sederajat, SMP sederajat dan umum.

Karena pandemi, lomba membuat jaran bodhag, proses awal pembuatan dilaksanakan secara virtual di sekolah atau rumah masing-masing peserta melalui vidio, dan penilaian oleh tim juri secara langsung di aula SMPN-5 Kota Probolinggo, Rabu (25/11).

Dalam lomba membuat Jaran Bodhag tersebut, Disdikbud Kota Probolinggo menghadirkan tim Juri, diantaranya; Heri Sembodo, pemerhati seni dan pengajar seni di SMAK Materdei Kota Probolinggo; Mufi Mubaroh, dosen seni rupa di STKW Surabaya; dan M Arifin, dosen seni rupa khusus tiga demensi dan seni patung di Surabaya.

Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Drs Moch. Maskur, M.Pd menyampaikan, lomba membuat jaran bodhag tahun 2020, karena jaran bodhag adalah kesenian tradisional dari Kota Probolinggo.

“Kesenian ini telah dutetapkan menjadi warisan budaya tak benda Indonesia oleh Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan No.1539928/MPK.A/DU/2014 pada tanggal 17 Oktober 2014. Dan hingga saat ini masyarakat kota probolinggo masih melestarikan kesenian Jaran Bodhag ini,” jelas Maskur.

Lomba membuat jaran bodhag ini, lanjut Maskur, adalah upaya Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan dalam upaya pelestarian dan pengelolaan keragaman budaya, khususnya pembinaan sejarah dan tradisi di kota probolinggo.

“Kegiatan ini bertujuan untuk; Melestarikan dan mengembangkan seni jaran bodhag pada pelajar dan seniman di kota probolinggo. Kemudian memberikan ruang apresiasi kepada pelajar dan seniman untuk berkreasi dan berinivasi,” tuturnya.

Selain itu, kata Maskur, lomba membuat jaran bodhag merupakan kegiatan bersifat kreatif, apresiasif, edukatif dan kompetitif yang didalamnya meliputi pembuatan kerangka, mendesain menampilkan cara pembuatan dengan merekam video. Kegiatan ini di ikuti oleh kategori SD sederajat, SMP sederajat, dan umum, pungkas Maskur.

Sementara itu Novi Bayu Wardhani, selaku Kasi Sejarah Dan Tradisi di Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Probolinggo menambahkan, lomba membuat jaran bodhag ini memang baru pertama kali diadakan di tahun 2020, dan selama ini pula memang belum ada lomba membuat jaran bodhag.

“Selama ini yang ada itu lomba tari jaran bodhag, terus festifal jaran bodhag untuk opening event Semipro tahun 2019 lalu,” ujarnya.

Menurutnya, lomba membuat jaran bodhag ini untuk merubah mindset masyarakat yang selama ini mikirnya jaran bodhag itu kesenian yang dimainkan dengan berat, dengan bahan dari kayu yang kuno, terus dengan hiasan yang ala kadarnya, juga pemainnya atau janisnya itu tua-tua dan tidak menarik lagi.

“Makanya sekarang kita mengadakan lomba membuat jaran bodhag ini pesertanya dari pelajar SD – SMP dan umum. Tujuannya agar mereka lebih bisa mengkreasi jaran bodhag sesuai dengan ide mereka masing-masing. Kita klasifikasikan, untuk SD maksimal beratnya 10 Kg, dan untuk SMP dan umum maksimal 15 Kg. Agar semua anak atau semua kalangan itu bisa memainkan seni jaran bodhag, bisa lebih menyukai ikon kota probolinggo, yaitu seni jaran bodhag,” jelas Novi panggilan akrab Kasi Sejarah dan Tradisi Dinas Pendidikan Kota Probolinggo ini.

Ia juga terangkan, hasil kreasi para peserta lomba bervariasi dan bermacam-macam, tidak seperti pakemnya yang didominasi warna hijau, merah, kuning dengan bendera yang sama.

Tetapi dalam lomba ini bisa dilihat berbagai macam warna sesuai dengan ide dan kreasi masing-masing peserta, terangnya.

“Insya Allah kegiatan ini menjadi agenda tahunan. Semoga kalau tahun depan sudah normal lagi, tidak ada pandemi, kita tidak akan mengadakan lomba secara virtual, tetapi secara langsung, secara serempak, mulai dari awal merangkai sehingga lebih enak dilihat. Kalau sekarang karena pandemi Covid-19 dilakukan secara virtual, lewat video rasanya masih kurang begitu pas,” tambahnya.

Dalam penilaian lomba membuat jaran bodhag tersebut, salah satu tim juri, Heri Sembodo, selaku pemerhati seni dan guru seni di SMAK Materdei Probolinggo memaparkan, penilaian lomba membuat jaran bodhag ini mulai dari proses awal, mulai dari virtual, dari video pembuatannya sampai ketahap akhir jaran bodhag dihadirkan ditempat ini.

Penjurian ini selain melalui virtual juga secara langsung. Yang perlu diperhatikan, kata Heri Sembodo, dalam lomba ini salah satunya adalah garapan baru atau ciptaan baru.

Maksudnya ciptaan baru itu mengerjakan dari proses awal. Kalau menggambar mungkin ada sketsanya dulu, kalau membuat jaran bodhag ya membuat kerangkanya dulu.

Dalam penjurian semuanya kami perhitungkan sejak dari awal apa yang dibuat dirumah. Ketika dilihat di video dari segi warna kelihatan bagus. Dan disini kita bisa melihat langsung, semuanya akan kami nilai baik dari segi keindahannya dan keharmonisannya. Kalau dari segi pemakaian ada sebagian yang tidak bisa dipakai (ada yang berat depannya).

“Karena ini seni pakai jadi harus ada bagian-bagian tertentu yang harus bisa bergerak. Contoh; kepalanya harus bisa digerakkan,” paparnya.

Selain itu, kata Heri Sembodo, terakhir penilaian kami dari juri adalah; kreatifitas. Karena kreatifitas itu tanpa batas, bisa dari bentuk, isinya, dan juga keharmonisan dari kreatifitas itu sendiri, tandasnya.

Dalam lomba tersebut, dari hasil penilaian tim juri, untuk kategori SD sebagai juara pertama dimenangkan oleh Sinatria Maulana Jibril N dari SDN Sukabumi-2; juara ke dua Rizka Ayu Nur Firdanus dari SDN Kanigaran-1, juara tiga Afif Radyatul Fairus dari SDN Triwung Lor-3.

Untuk kategori SMP, juara pertama Hendri Lukman Nur Arif (SMPN-10 Probolinggo); juara ke-dua Viona Liemjaya (SMPK Materdei Probolinggo); juara ke-tiga Fadia Syahrani (MTsN Probolinggo).

Sedang juara harapan kategori SMP, juara harapan ke-1 Daniel Oktavino H (SMP Sunan Giri), juara harapan ke-2 Sulfatun Nuriyah (MTsN Probolinggo), juara harapan ke-3 Agnesya Rahmasari (MTs Hidayat)

Kategori umum, juara ke-1 Yon Virsana, juara ke-2 Fuad Hasan Zainuri, juara ke-3 Soviatun F. UntukĀ juara harapan ke-1 Soesanti, harapan ke-2 Rudi Suryanto, dan harapan ke-3 Ahmad Yarianto. (Adv).

Reporter : Singgih Widjanarko
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *